Pengayaan Rohani: Membangun Hubungan Saat Mencari Pasangan Hidup

Saat orang percaya mencari pasangan hidup, seringkali ia masuk ke dalam teritori yang membingungkan diri. Dalam acara Pengayaan Rohani yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Maret 2022, Center for Christ melalui Google Meet mengangkat topik ini dengan menggali apa yang firman Tuhan katakan tentang mencari pasangan hidup.


Dalam mencari pasangan hidup, setiap anak Tuhan pertama-tama harus memikul tanggung jawab dalam segala ucapan dan tindakannya sesuai dengan kekudusan dan kebenaran yang diarahkan oleh firman Tuhan. Rasul Paulus menulis di Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." Ini berarti saat mencari pasangan kita juga tetap harus melakukannya dalam nama Yesus. Arti dalam nama Yesus di sini adalah kita melakukannya dalam kuasa, otoritas, karakter, keagungan, dan kemuliaan Yesus. Landasan ini tentunya membuat tindakan setiap orang percaya sangat berbeda dengan orang dunia saat mereka mencari pasangan.

Dalam sesi ini, pastor Roy dan Suzanna menekankan kembali bahwa setiap anak Tuhan tidak pernah melakukan sesuatu tanpa ada suatu tujuan yang jelas, termasuk juga dalam mencari pasangan hidup. Di dunia, umumnya praktek pacaran dilakukan berdasarkan keinginan daging dan keinginan mata. Ini bertolak belakang dengan sikap orang percaya. Bagi orang percaya, mencari pasangan hidup selalu memiliki tujuan untuk menemukan pasangan hidup sejati menuju pernikahan. Tetapi ini bukan berarti setiap orang percaya harus terburu-buru untuk menikah. Proses pacaran dalam kebenaran firman Tuhan bisa dimengerti sebagai cara orang percaya melatih diri mereka untuk suatu hari masuk dalam komitment pernikahan. Saat berpacaran inilah maka setiap anak Tuhan dapat menguji diri sendiri dan pasangannya, bilamana masing-masing sanggup mematuhi setiap instruksi rohani sesuai kehendak Bapa.


Pastor Roy dan Suzanna lalu mengundang para pendengar untuk masuk ke dalam Kitab Kejadian, untuk menemukan kembali alasan utama Allah menciptakan Hawa sebagai pendamping Adam yang kudus. Kejadian 2:18 "TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kata sepadan di sini seringkali disalah artikan sebagai bagaimana dua orang yang sudah tiba pada suatu posisi yang membuat keduanya itu cocok. Sesungguhnya, kata sepadan ini dalam pengertian aslinya memiliki makna sebagai suatu tindakan yang membuat seseorang segera hadir untuk membantu pasangannya dalam menyelesaikan tugas dari Allah. Dalam pengertian ini, sebenarnya tidak ada dua orang dalam posisi sepadan, kecuali masing-masing bersedia menanggalkan dirinya demi keuntungan pasangannya. Menjadi sepadan adalah perjalanan seumur hidup, suatu upaya yang membutuhkan kasih tanpa syarat dan kerja keras.


Dalam kesimpulannya, ide dari apa yang dunia katakan sebagai "jodoh" itu sudah pasti tidak benar. Allah telah menganugerahkan setiap dari kita kebebasan untuk menentukan pasangan hidup masing-masing. Tetapi Allah menuntut setiap orang percaya menentukan pasangan hidupnya dengan bijak, karena Allah juga telah memberikan instruksi yang jelas mengenai cara membangun hubungan yang benar dengan pasangan sehingga keduanya menerima berkatNya.