Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Survey Perjanjian Baru Sesi 8 dari 10


Topik Sesi 8 : 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, dan Titus: Surat-Surat Paulus Kepada Pemimpin



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan


1 Tesalonika 2 : 2-5 “Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. Karena kami tidak pernah bermulut manis hal itu kamu ketahui dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi Allah adalah saksi.”


1 Tesalonika 5 : 9-11 “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.”


1 Timotius 3 : 14-15 “Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan Pengajaran sesat yang dibawa oleh guru-guru palsu membutuhkan pelurusan yang berkesinambungan. Keadaan jemaat-jemaat yang memprihatinkan mendorong Paulus untuk melatih beberapa pemimpin yang dapat melanjutkan pekerjaan Tuhan. Timotius dan Titus adalah dua orang kepercayaan Paulus serta rekan sekerjanya yang sejak awal telah menolong Paulus untuk menguatkan jemaat-jemaat di Tesalonika dan di Korintus. Walaupun masih muda, Timotius telah diberikan tugas yang besar untuk memantau jemaat di seluruh daerah Efesus. Sebaliknya Titus diberikan tanggung jawab mengawasi jemaat di pulau Kreta.


1. Kitab 1 Tesalonika: Kedatangan Tuhan Paulus memberitakan Injil dan membangun jemaat di Tesalonika dalam perjalanan penginjilannya yang kedua bersama dengan Silas. Namun mereka harus segera meninggalkan tempat itu dikarenakan banyaknya pertentangan orang Yahudi di sana. Mereka iri hati karena banyak orang terima Yesus karena Paulus (Kisah Para Rasul 17). Paulus menjadi sangat prihatin dan lalu mengutus Timotius untuk melihat keadaan jemaat di Tesalonika. Saat Timotius kembali dan membawa berita baik, Paulus segera menulis surat ini dan bersuka-cita akan keteguhan jemaat di Tesalonika. Berikut adalah beberapa intisari dari surat 1 Tesalonika:

1.A. Orang kepunyaan Allah pasti mengalami penganiayaan. Di 1 Tesalonika 3 : 2-3 Paulus berkata: “Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini.” Paulus mengajar bahwa orang Kristen memang sudah ditentukan untuk mengalami penganiayaan. Pada saat itu diperkirakan ada beberapa jemaat yang kehilangan nyawanya karena iman mereka. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa orang yang mati sebelum kedatangan Kristus kehilangan kesempatan untuk memperoleh kebangkitan hidup. Paulus lalu meyakinkan jemaat bahwa mereka yang mati karena Kristus akan memperoleh bagiannya saat kedatangan Tuhan.

1.B. Mereka yang telah mati dalam Kristus akan dibangkitkan terlebih dahulu saat kedatangan Kristus, setelah itu barulah kita yang tertinggal akan diangkat dan bersama dengan Allah selamanya. Paulus mengajarkan bahwa orang percaya memiliki pengharapan untuk berada bersama-sama dengan Tuhan saat tubuh jasmaniah mereka mati. 1 Tesalonika 4 : 14-18 “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.”

1.C. Mereka yang telah mati sudah bebas dari murka Allah, meskipun mereka mati karena dianiaya demi gereja. 1 Tesalonika 5 : 9-11 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.


2. Kitab 2 Tesalonika: Koreksi dari Paulus tentang kekeliruan pemahaman akan kedatangan Tuhan Yesus. Paulus menulis surat yang kedua kepada jemaat di Tesalonika karena pemahaman yang salah akan waktu kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Banyak orang di situ beranggapan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua sudah terjadi. Paulus mengingatkan di Pasal 2 ayat 1-2: “Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.” Lalu Paulus jelaskan ada 2 hal yang harus terjadi terlebih dahulu sebelum kedatangan Kristus yang kedua. Yang pertama adalah seorang anti-Kristus akan datang, dan yang kedua adalah tentang kekang yang menahan kedatangan anti Kristus ini harus diangkat dahulu (2 Tesalonika 2 : 3-7). Setelah itu barulah Kristus akan datang dan membinasakan si anti-Kristus ini.


2.A. Kedatangan Yesus yang kedua membawa keadilan. 2 Tesalonika 1 : 6-8 “Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.”

2.B. Hari Kedatangan Yesus merupakan pengharapan setiap orang percaya. Kedatangan Yesus kedua adalah pengharapan yang indah bagi orang percaya yang telah ditentukan untuk diselamatkan dan mengambil bagian dalam kemuliaan Yesus Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus. 2 Tesalonika 2 : 13-14 “Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.”


3. Kitab 1 Timotius: Petunjuk untuk menguatkan jemaat di Efesus. Rasul Paulus mengajar secara teratur dalam kelompok-kelompok. Secara bertahap ia meninggalkan kelompok-kelompok tersebut untuk membangun jemaat-jemaat baru. Ia juga mengutus anggota kelompoknya seperti Timotius dan Titus untuk membantu dan membimbing jemaat di beberapa tempat. Secara umum ada tiga kebutuhan besar yang dimiliki oleh para jemaat yang dipimpin Timotius di Efesus, yaitu: 1) Pengajaran doktrin, yang ditegaskan dalam pengajaran tentang perubahan hidup. 2) Cara memilih panatua jemaat yang bertugas untuk membantu pekerjaan di dalam jemaat. 3) Cara menyelenggarakan ibadah jemaat. Karena Timotius yang diminta untuk datang ke Efesus dan mengurusi hal-hal penting di sana, maka Paulus menulis surat yang berisi petunjuk-petunjuk yang berguna bagi Timotius. 1 Timotius 3 : 14-15 “Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.”


3.A. Perintahkan guru-guru tertentu untuk tidak mengajarkan doktrin yang tidak sehat yang bertentangan dengan Injil. 1 Timotius 1 : 3-4 “Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.” Lalu Paulus menjelaskan di ayat yang ke 5 bahwa: “Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.” Masalah yang dihadapi Timotius itu serupa dengan yang dihadapi Jemaat Galatia dan Kolose, yaitu adanya guru-guru yang terus menuntut penerapan hukum Taurat. 1 Timotius 1 : 7-8 “Mereka ingin menjadi ahli Hukum Taurat, tetapi tidak memahami apa yang mereka katakan atau hal-hal yang mereka yakini. Akan tetapi, kita tahu Hukum Taurat itu baik jika orang menggunakannya sebagaimana mestinya.” Cara penggunaan Hukum Taurat dijelaskan lebih lanjut di ayat 9 dan 10. Taurat itu diberikan untuk para pelanggar hukum. Sedangkan mereka yang telah masuk kedalam Perjanjian Baru memiliki hukum di dalam hati mereka, menggunakan hukum tersebut dalam mempraktekkan kasih.

3.B. Mengajar doktrin dengan menjadi panutan diri. Paulus menasihatkan Timotius untuk memperhatikan hidupnya dan agar ia mengajar dengan memberi panutan. 1 Timotius 4 : 15-16 “Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.” Paulus lebih lanjut mengingatkan Timotius bahwa cara terbaik untuk mengajar doktrin adalah dengan menghidupinya, yaitu menjadi panutan. 1 Timotius 4 : 12 “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

3.C. Selenggarakan ibadah dengan benar, jangan terburu-buru dalam menumpangan tangan, dan tunjuk para panatua yang hidup benar. Di 1 Timotius 3 : 15 Paulus menasihatkan agar Timotius harus “tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” Nasihat ini menyangkut cara hidup dan cara berjemaat. Di 1 Timotius 5 : 22 Paulus memperingatkan jangan menumpangkan tangan dengan tergesa-gesa. Dan di 1 Timotius pasal 3 Paulus mengajar tentang kualifikasi seorang penilik jemaat dan diaken. Dari total 20 kualifikasi yang harus dipenuhi seorang panatua, 19 diantaranya berhubungan dengan karakter, dan hanya 1 yang berhubungan dengan talenta. Contohnya di 1 Timotius 3:1-2 “Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang”

3.D. Pastikan bahwa janda-janda yang sejati ada dalam pemeliharaan gereja dengan benar. Di 1 Timotius 5 : 3-10 Paulus mengajar untuk memperhatikan mereka yang benar-benar janda. Janda-janda yang perlu diperhatikan adalah mereka yang berusia lebih dari 60 tahun yang sebatang kara dan perlu pertolongan, bukan para janda yang masih memiliki keluarga atau mereka yang hidup mewah.


4. Kitab Titus: Petunjuk Untuk Menguatkan Jemaat di Kreta. Sama seperti Timotius, Titus diberikan tanggung jawab untuk mengurusi permasalahan yang ada di tengah jemaat, cara memilih penatua, dan mengajarkan doktrin di Pulau Kreta. Titus 2 : 1 “Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat.” Ini bukan suatu tugas yang mudah, karena orang-orang Kreta dikenal sebagai "penipu, penjahat dan orang-orang yang malas.” Titus 1 : 12-13 berkata “Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas." Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman.”

4.A. Ajarkan sesuai dengan doktrin yang sehat. Titus diminta untuk memberikan pengajaran yang baik kepada para laki laki yang tua untuk hidup dalam kebenaran, mengajar perempuan yang tua untuk hidup benar dan juga cakap mengajar pada wanita yang lebih muda. Tujuan dari pengajaran ini adalah agar Firman Allah jangan dihujat orang (Titus 2 : 1-5).

4.B. Pastikan orang-orang belajar bekerja dengan baik. Titus 3 : 14 “Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.”

4.C. Paulus memberikan ringkasan tentang pengajaran doktrin yang sehat. Titus 2 : 11-15 “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.”


5. Kitab 2 Timotius: Surat terakhir Paulus yang berisikan petunjuk terakhir kepada Timotius Paulus kembali dipenjara di Roma. Keadaan Paulus saat dipenjara kedua kali jauh lebih sulit daripada sebelumnya. Paulus diperlakukan tidak sebagai tahanan rumah, melainkan seperti seorang penjahat besar. Paulus menyadari bahwa akhir hidupnya semakin dekat. Ia menulis surat kepada Timotius dan mendorongnya untuk semakin kuat di dalam Kristus (2 Timotius 2 : 1 ). Paulus juga meminta Timotius untuk secepatnya datang bersama dengan Markus. Ada beberapa hal penting yang Paulus katakan kepada Timotius sebelum kematiannya:


5.A. Nasihat untuk tetap kuat dan meneruskan pengajaran kepada orang lain. 2 Timotius 2 : 1-2 “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” Paulus ingin memastikan bahwa setelah kematiannya tugas pengajaran ini terus berlangsung. Paulus memberikan 3 ilustrasi karakteristik orang-orang yang cakap dalam meneruskan pengajaran: 1. Mereka seperti prajurit yang baik (2 Timotius 2 : 3-4). Seorang prajurit selalu siap. 2. Mereka seperti atlit yang disiplin (2 Timotius 2 : 5). Seorang atlit harus mau dilatih dan berdisiplin. 3. Mereka seperti petani yang bekerja keras (2 Timoutius 2 : 6). Seorang petani itu setia.


5.B. Lakukan yang terbaik untuk mempersembahkan dirimu kepada Tuhan. 2 Timotius 2 : 15 “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.”

5.C. Lakukan dan tuntaskan pekabaran Injil dengan setia. 2 Timotius 4 : 6-8 “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”


Bagian 3: Diskusi Kelompok:

1. Jelaskan kembali pengajaran Paulus di 1 Tesalonika tentang kematian orang percaya. 2. Paulus memberikan banyak petunjuk kepada Timotius dalam 2 surat yang dialamatkan kepadanya. Sebutkanlah kembali beberapa petunjuk tersebut.