Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Survey Perjanjian Baru Sesi 4 dari 10


Topik Sesi 4: Kisah Para Rasul: Penyebaran Injil.



Bagian 1: Daftar ayat renungan:

Kisah Para Rasul 1 : 8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


Yohanes 13 : 34 – 35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."


Kisah Para Rasul 4 : 13 “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.


Bagian 2: Topik Kuliah.


Pendahuluan

Kitab Kisah Para Rasul adalah salah satu dari lima kitab sejarah yang merupakan dasar dari surat-surat di Perjanjian Baru. Kita sudah belajar tentang 4 Injil, yang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Lukas adalah seorang dokter dan satu-satunya penulis non Yahudi dalam Perjanjian Baru. Ia menulis tentang Yesus sebagai Juru Selamat yang penuh dengan belas kasih di Injil Lukas. Ia juga-lah yang menulis Kitab Kisah Para Rasul. Apabila Injil Lukas digabungkan dengan Kitab Kisah Para Rasul, maka gabungan dari kedua kitab tersebut lebih panjang daripada seluruh surat-surat yang ditulis oleh Rasul Paulus. Artinya kontributor terbesar dalam Perjanjian Baru adalah dari seorang penulis non Yahudi.



1. Tujuan Kisah Para Rasul Ditulis.

Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Lukas untuk Teofilus. Nama Teofilus artinya adalah orang yang dikasihi Allah. Teofilus adalah seorang pejabat Romawi. Dalam Kisah Para Rasul 1 : 1 dikatakan “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus.” Kitab Kisah Para Rasul ini meneruskan tulisan dari Injil Lukas selagi menantikan penulisan surat-surat para Rasul lainnya di Perjanjian Baru. Jadi kitab Kisah Para Rasul ini bisa diartikan sebagai suatu dasar yang menyatukan keempat Injil dan surat-surat dari para Rasul. Kitab ini sangat penting dalam Perjanjian Baru. Pendahuluan yang ditulis di Kitab Kisah Para Rasul juga dapat kita temukan di pendahuluan Injil Lukas, yaitu di Lukas 1 : 3-4 “Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.”


2. Injil Kristus Disebarluaskan Melalui Para Pengikut Yesus.

Perhatikan kalimat di dalam Kisah Para Rasul 1 : 1 yang berkata “aku menulis tentang apa yang Yesus mulai lakukan dan ajarkan.” Mengapa Lukas memakai kata “mulai“? Hal ini ditulis untuk menunjukkan bahwa apa yang Yesus mulai ajarkan dan lakukan sekarang akan diteruskan oleh pengikutnya juga gerejanya. Keterangan: Alkitab Terjemahan Baru memang tidak memuat kata “mulai”, tetapi dalam Alkitab Bahasa Inggris (NIV) dikatakan sebagai berikut: “In my former book, Theophilus, I wrote about all that Jesus began to do and to teach).” Hal ini ditegaskan lagi dalam Kisah Para Rasul 1 : 8Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”


2.A. Kisah dari Para Rasul. Kitab Kisah Para Rasul ini adalah tindak lanjut atau perpanjangan dari apa yang Yesus lakukan dan kerjakan dalam kehidupan murid-muridNya. Ini bisa kita perhatikan dalam Kisah Para Rasul 4 : 13 “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.”

2.A.1.Mereka melakukan apa yang Yesus kerjakan dan mengatakan apa yang Yesus pernah ucapkan, sehingga orang mengenal mereka sebagai pengikut Yesus. Injil menyebar oleh karena tindakan murid-murid Tuhan Yesus yang berasal satu negara kecil, yaitu Israel. Kisah Para Rasul 1 : 8 bahwa “kamu akan menjadi saksi-Ku pertama-tama di Yerusalem, kemudian Yudea, dan Samaria dan juga sampai ke ujung bumi.” Bagaimana hal ini bisa terjadi? Pada saat Yesus di dunia, pelayanan Yesus itu terbatas. Ia hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu. Tapi karena adanya karunia Roh Kudus, pelayanan Yesus melalui para murid berkembang secara pesat.

2.A.2. Injil ini mengangkat kisah utamanya dari Rasul Petrus dan Paulus. Penulisan Kitab Kisah Para Rasul ini mirip dengan Injil, yaitu sangat selektif. Kitab ini tidak menceritakan semua kisah para Rasul. Judulnya memang Kisah Para Rasul, namun sesungguhnya Injil hanya menceritakan kisah dari dua rasul saja, yaitu:

1. Pasal 1 sampai 12 fokus pada penginjilan Rasul Petrus kepada orang Yahudi.

2. Pasal 13 sampai 28 fokus pada penginjilan Rasul Paulus kepada orang orang di luar Yahudi.


2.B. Yesus mempersiapkan para muridNya. Kisah Para Rasul 1 : 2-3 berkata: “sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” Selama 40 hari antara kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, Yesus melakukan dua hal yang bertujuan untuk mempersiapkan para murid untuk menjadi saksi-Nya.

2.B.1. Yesus meyakinkan para murid bahwa Ia telah bangkit dan hidup. Yesus telah membuktikan ini sehingga para murid harus menjadi saksi dan tidak boleh memiliki keraguan sama sekali tentang kebangkitanNya.

2.B.2. Yesus mengajar tetang Kerajaan Allah. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus berkeliling ke seluruh Yerusalem, Galilea, Yudea mengajar tentang Kerajaan Allah. Yesus ingin semua orang mengerti bahwa kerajaan yang Ia ajarkan bukanlah tentang kerajaan dari dunia ini. Dalam Kerajaan Allah ada keselamatan, pengampunan dosa, dan pembebasan orang-orang yang terbelenggu. Kerajaan Allah itu bukan kerajaan yang ada untuk menyingkirkan Kekaisaran Romawi.


2.C. Kesaksian para murid. Kematian Stefanus menandai dimulainya pemberitaan Firman. Ia dibunuh karena bersaksi untuk Yesus. Dia bukanlah salah satu dari 12 rasul. Saat ia dibunuh, pada hari itu gereja Tuhan mulai tersebar keluar dari Yerusalem karena pengikut Kristus mengalami banyak aniaya. Kisah Para Rasul 8 : 4 berkata “Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.” Jadi kesaksian tentang Kristus mulai tersebar bukan hanya oleh 12 rasul tetapi juga oleh para murid-murid lainnya.


3. Penyebaran Kesaksian akan Yesus Kristus.

Kita baca kembali Kisah Para Rasul 1 : 8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


3.A. Arti menjadi saksi di Yerusalem.

3.A.1. Para murid mulai menjadi saksi Yesus saat hari pencurahan Roh Kudus. Pada saat itu mereka sedang tinggal di Yerusalem, dan dimulai dari tempat Yerusalem inilah kesaksian itu berawal.

3.A.2. Kita harus menjadi saksi di tempat mana berada terlebih dahulu, sebab di situlah Injil memiliki kuasa. Di tempat kita berada ada orang-orang terdekat yang mengenal kita dan menyaksikan perubahan yang Yesus lakukan dalam hidup kita saat kita menghidupi Injil dan menaatinya.

3.A.3. Perubahan bagi kita di dalam Yesus terjadi karena kuasa dari Roh Kudus, sebab Roh Kudus mengubahkan kita dari dalam. Kita memulai perubahan hidup dengan merefleksikan kehidupan Tuhan Yesus dalam hidup kita kepada orang lain. Kita harus menjadi saksi dan bukan hanya bersaksi. Kita adalah terang dunia ini. Terang itu tidak bersuara tetapi terang mampu menembus kegelapan. Kita adalah garam dunia ini. Garam juga tidak bersuara, tetapi garam bisa mengubah sekitarnya.


3.B. Arti menjadi saksi di Yudea.

3.B.1. Menjadi saksi di Yudea itu seperti orang Yahudi yang menjangkau orang Yahudi lain, seperti pelayanan Rasul Petrus.

3.B.2. Bagi kita, arti menjadi saksi di Yudea adalah saat Injil mulai menyebar melalui hubungan yang kita bangun dengan sekitar kita.


3.C. Arti menjadi saksi di Samaria. Bangsa Yahudi dan bangsa Samaria tidak mempunyai hubungan yang baik. Siapakah yang mengabarkan Injil ke Samaria? Pengabar Injil kepada bangsa Samaria adalah mereka yang dianiaya, diusir, kemudian lari dari Yerusalem setelah kematian Stefanus. Salah satu contohnya adalah Filipus yang mengabarkan Injil di tengah-tengah orang Samaria. Orang Samaria adalah orang-orang hasil pernikahan campur orang Yahudi dengan non Yahudi, di mana mereka memiliki kepercayaan berbeda. Mareka mengadopsi sebagian iman Yahudi, tetapi mereka juga menambahkan unsur agama mereka sendiri. Mereka menyembah Allah di Samaria dan tidak mau menyembah-Nya di Yerusalem. Orang Yahudi tidak suka kepada mereka, namun Yesus mengasihi mereka. Yohanes 4 : 4-42 menceritakan percakapan Yesus dan perempuan Samaria. Dalam peristiwa itu banyak orang di Samaria yang menjadi percaya kepada Yesus. Sekarang ini Gereja Tuhan melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan saat menginjil wanita Samaria. Gereja Tuhan menjangkau orang asing atau orang yang berbeda pandangan dengan Injil. Orang-orang asing itu adalah orang-orang Samaria-nya kita. Mungkin banyak orang-orang asing yang tinggal di sekitar kita. Mereka berbeda dan tidak sama dengan kita. Mungkin mereka berasal dari tempat lain, dan cara mereka beribadah juga berbeda dengan kita. Tetapi meskipun gaya hidup mereka berbeda, Yesus juga mengasihi mereka. Mereka disebut sebagai kelompok etnis, yaitu orang-orang yang tinggal di sekitar kita tetapi kebudayaan dan gaya hidup mereka berbeda dengan kita.


3.D. Arti menjadi saksi sampai ke ujung bumi.

3.D.1. Mengapa kita harus menjangkau Samaria? Karena dengan menjangkau Samaria-lah maka kita dapat menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi.

3.D.2. Apabila kita menginjil kepada seorang beragama Budha, ia bisa menginjil kepada keluarganya di daerah asalnya. Atau apabila kita menginjil kepada seorang beragama Hindu, ia akan memberitakan juga kepada keluarganya di daerah asalnya. Dan begitu seterusnya. Inilah artinya kita bisa menjangkau sampai ke ujung dunia. Inilah yang terjadi dengan Kitab Kisah Para Rasul, di mana pada akhirnya Injil ini bisa sampai kepada bangsa-bangsa lain seperti yang dilakukan oleh Rasul Paulus.


4. Kabar Baik tentang Kerajaan Allah.

Di Kisah Para Rasul kuasa Injil menjangkau dan menjamah mereka yang belum mengenal Yesus Kristus. Pengabaran injil menyeberang ke daerah yang sekarang kita sebut Turki, kemudian Yunani, Pulau Kreta dan ke ujung bumi. Bagaimana Kerajaan Allah bisa datang ke seluruh bumi? Bagaimana kehendak Allah bisa terlaksana di bumi? Cara yang terbaik adalah dengan memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah di muka bumi ini, hingga semua orang menerima kabar baik Kerajaan Allah.


Lalu bagaimana cara kita memberitakan Injil? Kita harus kembali ke Kisah Para Rasul 1 : 8, di mana sebelum kita memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menjadi saksi bagi Yesus, kita harus dipenuhi kuasa Roh Kudus terlebih dahulu. Kisah Pentakosta menjadi poin penting dalam kitab Kisah Para Rasul. Kalau Yesus saja memulai pelayanannya setelah Ia dipenuhi Roh kudus, demikian juga kita. Berikut adalah pelayanan kuasa Roh Kudus yang kita dapati dalam kitab Kisah Para Rasul:


4.A. Apakah kuasa Roh Kudus itu? Kuasa ini adalah kuasa yang sama dengan yang Yesus miliki saat Ia mengusir setan, menyembuhkan orang-orang sakit, membangkitkan orang mati, dan membebaskan orang dari jerat dosa. Ini adalah suatu tanda adanya kerajaan atau pemerintahan yang lebih kuat yang telah tiba.

4.B. Roh Kudus mendorong pemberitaan Injil melalui tindakan-tindakan kebaikan. Sejak hari Pentakosta orang-orang percaya mereka mulai membagikan hal-hal baik yang mereka masing-masing miliki. Mereka menjual harta mereka dan membagikan kepada orang yang membutuhkan. Mereka dikenal sebagai murid Yesus karena mereka saling mengasihi.

4.C. Roh Kudus memberikan pengampunan dosa dalam nama Yesus. Pengampunan ini disediakan bagi mereka yang mendengarkan Injil kabar baik dan percaya. Apa yang terjadi pada saat mereka melakukan hal ini? Banyak orang bertobat dan datang kepada Kristus. Kisah Para Rasul 4 : 4 berkata “Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.”


5. Kuasa Roh Kudus di Masa Kini.

Para murid memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus, di mana oleh-Nya Kerajaan Allah sudah tiba. Barangsiapa bertobat dan percaya kepada Mesias pasti akan menerima karunia Roh Kudus sebagai janji dari Bapa. Ini adalah alasan mengapa gereja mula-mula berkembang begitu cepat. Mereka melaksanakan pertobatan yang murni, dalam satu totalitas iman kepada Kristus, yang dimateraikan oleh baptisan, kuasa dan kepenuhan Roh Kudus. Apabila pola itu dilakukan hari ini, hasilnya juga pasti tetap akan sama.


Kisah Para Rasul 28 : 31 berkata “Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.” Kita harus terus melakukan apa yang Yesus lakukan, dan mengatakan apa yang Yesus katakan. Kuasa yang sama yang memenuhi Kristus akan menjadikan kita saksi-saksi Kristus sampai ke ujung bumi. Semua ini hanya bisa terjadi oleh karena Kuasa Roh Kudus. Tuhan mencurahkan Roh Kudus atas segala mahluk pada akhir zaman ini. Akhir zaman dimulai dari hari Pentakosta, pada saat Petrus mengutip nubuatan Nabi Yoel. Di mana Injil diberitakan maka ada Kuasa Allah di situ.


Injil bergerak begitu cepat di dunia sekarang ini. Injil sudah masuk ke setiap negara di bumi ini, yaitu sebanyak 254 negara. Tetapi ada negara-negara yang termasuk dalam jendela 10-40 yang belum menjadi saksi Kristus. Maksud dari 10-40 adalah daerah sekitar 10 derajat di Utara garis khatulistiwa sampai 40 derajat di Utara garis khatulistiwa, dari Lautan Atlantik sampai Lautan Pacific. Ada 3 milyar manusia hidup di daerah ini di dalam 62 negara. Kebanyakan populasi di negara-negara ini adalah pemeluk Muslim, Budha, dan Hindu. Ada juga yang beragama Kristen tapi mereka belum menjadi saksi Kristus.


Mengapa kita perlu mengalami pencurahan Roh Kudus pada masa sekarang ini? Pencurahan Roh Kudus itu fungsinya bukan saja untuk memberkati kita, tetapi yang paling penting adalah untuk memberkati dunia ini dengan Injil.


Bagian 3: Diskusi Kelompok.

1. Metode apakah yang paling efektif untuk memenangkan orang yang berasal dari latar belakang kebudayaan dan bangsa yang berbeda yang tinggal di lingkungan kita namun belum menerima Yesus?


2. Bagaimanakah kita dapat menjadi garam dan terang bagi sekitar kita?