Program Harvest Internasional Curriculum


Trimester 1


Kuliah Survey Perjanjian baru Sesi 3


Topik : Gambaran keempat tentang Yesus Kristus

Bagian 1: Daftar ayat renungan :


Yohanes 1 : 1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”


Yohanes 14 : 6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”


Yohanes 20 : 26-29 “Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Persiapan renungan khusus (untuk disampaikan saat diskusi kelompok): Pilihlah salah satu saja dari 7 tanda-tanda mujizat yang ada di dalam Injil Yohanes, lalu amati dan jelaskan respon orang-orang yang mengalami mujizat tersebut.

a. Mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2 : 1-11). b. Kesembuhan anak dari pegawai istana (Yohanes 4 : 46-54). c. Kesembuhan orang lumpuh di kolam Betesda (Yohanes 5 : 1-18). d. Yesus memberi makan 5000 orang (Yohanes 6 : 5-14). e. Yesus berjalan di atas air (Yohanes 6 : 16-21). f. Yesus menyembuhkan orang buta di kolam Siloam (Yohanes 9 : 1-7) g. Yesus membangkitkan Lazarus (Yohanes 11 : 1-45)



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan Survey Injil Yohanes menampilkan gambaran keempat tentang Yesus Kristus. Injil Yohanes ditulis sekitar 20 - 30 tahun setelah Injil Markus, Matius, dan Lukas selesai ditulis. Keadaan dunia pada saat Injil Yohanes ditulis agak berbeda dari keadaan 20 - 30 tahun sebelumnya. Yohanes saat itu menulis kepada dunia yang sudah sangat terpengaruh filosofi Yunani. Kebenaran menjadi sulit untuk dimengerti orang-orang, terutama kebenaran mengenai Allah. Pada pemikiran Yunani, Allah itu jauh sekali. Bahkan mereka menganggap Allah itu ada dalam satu alam rohani yang terpisah dari kehidupan sehari-hari manusia. Injil Yohanes ditulis untuk menembus pemikiran dunia saat itu. Dalam Injil ini, Yohanes mendemonstrasikan cara ia menampilkan seorang raja orang Yahudi kepada dunia. Karena latar belakang ini maka Injil Yohanes berbeda dari ketiga Injil yang lainnya.


1. Injil Yohanes adalah Injil Yang Unik.


1.A. Injil Yohanes unik dan ditulis untuk pembaca non Yahudi. Injil Yohanes ditulis dengan cara yang unik. 90% ayat-ayat di Injil Yohanes tidak ditemukan dalam Injil Sinoptik. Di Injilnya, Yohanes sadar bahwa ia sedang menulis tentang perkara-perkara Yahudi yang belum tentu dimengerti oleh pembaca non-Yahudi. Oleh sebab itu Yohanes banyak menyertakan kalimat-kalimat yang menjelaskan arti dari suatu istilah Yahudi. Sebagai contoh, Andreas berkata kepada saudaranya Petrus, “datanglah, kami telah menemukan ‘Mesias’.” Setelah penulisan kata “Mesias” Yohanes lalu menambahkan penjelasan kepada para pembaca bahwa kata “Mesias” itu diterjemahkan sebagai “Kristus,” yang dalam bahasa Yunani berarti “Yang Diurapi.” Di bagian lainnya Yohanes juga secara khusus menjelaskan kepada para pembacanya arti kata “Rabi.” Setiap orang Yahudi tentunya sudah tahu apakah “Rabi” itu. Tetapi orang non-Yahudi belum tentu mengerti. Oleh sebab itu Yohanes 1 : 38 secara khusus menjelaskan bahwa “Rabi” itu artinya “Guru.”Demikianlah kita mengetahui bahwa Injil ini ditujukan untuk para pembaca yang sebenarnya bukan orang Yahudi.

1.B. Pendahuluan injil Yohanes serta penggunaan kata-kata di dalamnya berbeda dengan ketiga injil lainnya. Yohanes 1 : 1 berkata “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Ayat ini berkata “pada mulanya,” sehingga Injil ini tidak mengawalinya dengan silsilah kelahiran Tuhan Yesus seperti yang ada pada injil Matius dan Lukas. Injil ini juga tidak mengawali kisahnya dengan baptisan air seperti injil Markus. Yohanes memulai Injilnya dengan unik dalam rangka menghadapi pemikiran Yunani. Yohanes menggunakan sebuah kata istimewa untuk menjelaskan apakah Firman itu, yaitu kata Logos. Logos adalah kata yang digunakan orang Yunani untuk suatu kuasa yang menjaga dunia ini agar tetap utuh, yang merupakan satu prinsip yang memastikan keteraturan pada alam semesta. Yohanes menjelaskan bahwa Logos ini bersama-sama dengan Allah, dan Logos inilah Allah itu sendiri. Melalui Dia segala sesuatu di dunia ini diciptakan. Lalu Yohanes melanjutkan dengan pernyataan yang mencengangkan orang Yunani di Yohanes 1 : 14 bahwa Logos lalu menjadi manusia, dan diam diantara kita. Jadi sebagai seorang misionaris yang baik Yohanes menggunakan kata Logos agar mudah dipahami oleh pemikiran Yunani. Dengan penggunaan kata-katanya yang unik ini, Yohanes dapat membuka pikiran para pembacanya disesuaikan dengan penggunaan bahasa yang bisa dimengerti.


2. Injil Yohanes Pasal 1 Menjelaskan Identitas Yesus Injil Yohanes seringkali disebut sebagai Injil Logos, dan isi dari Injil Logos ini menunjuk pada siapa Yesus itu sebagai berikut:


2.A. Yesus adalah Putra Allah yang kekal (Yohanes 1 : 1).


2.B. Allah telah menjadi manusia (Yohanes 1 : 14 dan Yohanes 1 : 18).


2.C. Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang memikul dosa dunia (Yohanes 1 : 29). Orang Yahudi setiap tahun mengorbankan domba untuk pengampunan dosa mereka di Bait Allah. Tetapi saat Injil ini ditulis, Bait Allah sudah dihancurkan oleh prajurit Romawi. Jadi sekarang pernyataan Yesus sebagai Anak Domba Allah dimengerti untuk berlaku bukan untuk memikul dosa orang Yahudi saja, tetapi dosa seluruh dunia ini.


3. Injil Yohanes Berisikan Tanda-Tanda Istimewa. Yohanes 20 : 30-31 “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Yohanes memilih untuk menggunakan kata “tanda” daripada mujizat, karena Yohanes percaya bahwa semua yang Yesus lakukan itu semata-mata hanyalah tanda bahwa Dia adalah Mesias. Injil Yohanes mengisahkan 7 tanda-tanda mujizat, berbeda dari Injil Markus yang memilih untuk mengisahkan 19 mujizat Yesus. Dari 7 tanda-tanda yang ada di Injil Yohanes, 5 diantaranya tidak didapati dari ketiga injil Sinoptik. Tanda-tanda ini disertakan Yohanes agar kita mengerti siapa Yesus sebenarnya.


3.A. Tanda-tanda mujizat istimewa.

3.A.1. Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2 : 11). Dalam kisah ini Yohanes ingin agar pembaca Injilnya juga percaya kepada Yesus sama sebagaimana para murid-murid pada saat itu juga menjadi percaya kepada Yesus. Tanda mujizat ini dibuat Yesus di Kana sebagai yang pertama dari tanda-tanda mujizat lainnya. Dalam kisah ini Yesus membuktikan bahwa Dia sanggup mengubah air menjadi anggur secara instan. Tujuan dari tanda mujizat ini adalah untuk menyatakan siapa Yesus itu sebenarnya dan sekaligus menyatakan kemuliaan-Nya sehingga murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

3.A.2. Yesus memberi makan lima ribu orang (Yohanes 6 : 1 -14). Dalam kisah ini Yohanes ingin menekankan agar orang-orang jangan berfokus pada tanda-tanda mujizatnya, tetapi kepada Dia yang melakukannya. Setelah memberi makan lima ribu orang, orang-orang banyak mencari Yesus karena mereka senang mendapatkan mujizat makanan. Di Yohanes 6 : 14 mereka masih bertanya-tanya apakah Yesus adalah nabi yang akan datang ke dalam dunia. Mereka bertanya seperti itu karena mereka lebih memperhatikan mujizat makanan daripada Yesus-nya. Saat itu seharusnya mereka tidak perlu ragukan lagi siapa Yesus itu karena mereka telah menyaksikan tanda-tanda ajaib-Nya. Yesus bukanlah sekedar seorang nabi, tetapi Ia adalah Anak Allah sang Mesias itu. Oleh sebab itulah dijelaskan di Yohanes 6 : 35 “Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Yohanes menerangkan dengan jelas di ayat ini bahwa tanda-tanda mujizat dilakukan Yesus agar orang-orang mengenal Yesus sebagai “Roti Hidup,” yaitu Allah sang Juru Selamat itu sendiri.

3.B. Kata “Aku” dari percakapan Yesus yang istimewa. Di Perjanjian Lama, Allah berkata “Aku adalah Aku” (Keluaran 3 : 14). Demikian juga Yesus di Injil Yohanes menunjukkan siapa diri-Nya dengan mengutarakan kata “Aku” yang memberi tanda bahwa Yesus itulah Allah itu sendiri. Berikut adalah contoh pernyataan “Aku” dari Yesus tersebut:

3.B.1. Yohanes 8: 58 “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

3.B.2. Yohanes 14: 6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

3.B.3. Yohanes 14 : 9 “Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.”

3.C. Pernyataan-pernyataan istimewa. Di Injil Yohanes ini Yesus menyatakan klaim yang hanya bisa diucapkan oleh Allah, contohnya adalah sebagai berikut:

3.C.1. Yesus sanggup menganugerahkan permintaan manusia. Yohanes 15 : 7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

3.C.2. Yesus mengampuni dosa. Yohanes 1 : 29 “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

3.C.3. Yesus membangkitkan orang mati. Yohanes 11 : 23 “Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."

3.C.4. Yesus akan menghakimi manusia. Yohanes 5 : 26-27 “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”

Dengan pernyataan-pernyataan tersebut, diteguhkan juga oleh tanda-tanda mujizat dan pengajaranNya maka pembaca Injil Yohanes bisa yakin bahwa di dalam Yesus-lah berdiam segala kepenuhan Allah. Yohanes ingin agar semua orang percaya bahwa Yesus itulah sang Mesias. Tetapi mujizat terutama yang Yohanes ingin sampaikan adalah bagaimana Allah menjadi seorang manusia dan tinggal di antara kita.


4. Injil Evangelistik. Injil Yohanes membuka pikiran pembacanya tentang Mesias yang Ilahi, membuat mereka memperoleh hikmat akan keselamatan kekal. Oleh sebab karakteristik tersebut, Injil Yohanes juga disebut sebagai Injil Evangelistik.

4.A. Injil iman kepercayaan. Dalam injil Yohanes terdapat salah satu ayat yang paling terkenal yakni Yohanes 3 : 16 yang berkata “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Di sini orang yang mendengarkan bisa mulai mengerti dan menempatkan iman percaya mereka pada Yesus. Pernyataan ini lalu mencapai puncaknya dalam Yohanes 20 : 28 dimana Tomas membuat pernyataan iman yang luar biasa yakni “Ya Tuhanku dan Allahku!” Injil Yohanes menggugah para pembacanya untuk juga berlutut dan menyembah Dia sebagai Tuhan dan Allah, sebagaimana Tomas lakukan saat Yesus tunjukkan bekas-bekas luka-Nya di kayu salib.

4.B. Injil ini mengoreksi pengertian sesat tentang siapa Yesus itu. Umumnya ada beberapa kemungkinan respon sesat dari orang-orang pada saat itu tentang Yesus:

4.B.1. Orang menganggap kisah Yesus itu hanya legenda tidak pernah terjadi. Mungkin orang lebih percaya bahwa Julius Caesar itu pernah ada. Yesus itu jauh lebih besar daripada Julius Caesar. Sesungguhnya bukti sejarah dan tulisan tentang kelahiran dan keberadaan Yesus itu jauh begitu banyak dan nyata daripada tokoh-tokoh sejarah yang dianggap besar seperti Julius Caesar.

4.B.2. Orang menganggap Yesus itu orang gila, atau Yesus kerasukan setan hingga Dia menganggap diri-Nya Tuhan. Bila Yesus adalah orang gila, apakah perbuatan-perbuatan Yesus menunjukkan bahwa ia orang gila? Bukankah Yesus melayani dan menyembuhkan orang sakit? Bukankah Yesus membangkitkan orang mati?

4.B.3. Orang menganggap Yesus itu penipu. Bisakah seorang pendusta berkata “Aku adalah jalan, kebenaran, dan hidup?” Yesus berkata di Yoh 8:46 “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” Selama Yesus berjalan selama 3 tahun tidak ada yang bisa membuktikan Yesus adalah penipu, semua tulisan dan kisah tentang Yesus hingga kebangkitan-Nya pada saat itu benar dan dikonfirmasi para saksi mata.

4.C. Injil ini menjelaskan siapakah sesungguhnya Yesus Kristus itu. Injil ini memberikan jabaran tentang siapakah Yesus itu sebenarnya, meskipun pengertian ini harus diterima oleh pewahyuan Ilahi. Pewahyuan Ini tidak bisa terjadi berdasarkan nalar manusia semata-mata, sebagaimana Alkitab berkata bahwa tidak ada orang yang bisa mengatakan bahwa Yesus itu Tuhan kecuali oleh Roh Kudus (1 Korintus 12 : 3). Injil ini menjelaskan tentang Yesus sebagai berikut:

4.C.1. Yesus adalah Anak Allah (Yohanes 1 : 49, Yohanes 11 : 27).

4.C.2. Yesus adalah Anak Manusia (Yohanes 5 : 27, Yohanes 12 : 34).

4.C.3. Yesus adalah Raja (Yohanes 1 : 49, Yohanes 12 : 13).

4.C.4. Yesus adalah Mesias (Yohanes 10 : 24-36, Yohanes 20 : 31).



Bagian 3: Diskusi kelompok

1. Pilihlah salah satu dari 7 tanda-tanda mujizat yang ada di dalam Injil Yohanes, lalu amati dan jelaskan respon orang-orang yang mengalami mujizat tersebut.

a. Mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2 : 1-11). b. Kesembuhan anak dari pegawai istana (Yohanes 4 : 46-54). c. Kesembuhan orang lumpuh di kolam Betesda (Yohanes 5 : 1-18). d. Yesus memberi makan 5000 orang (Yohanes 6 : 5-14). e. Yesus berjalan di atas air (Yohanes 6 : 16-21). f. Yesus menyembuhkan orang buta di kolam Siloam (Yohanes 9 : 1-7) g. Yesus membangkitkan Lazarus (Yohanes 11 : 1-45)


2. Jelaskan kembali mengapa Yohanes memilih menggunakan istilah tanda daripada mujizat?