Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Kuliah Survey Perjanjian Baru Sesi 2 dari 10


Topik Sesi 2: Matius, Markus, Lukas: Tiga Gambaran Tentang Yesus Kristus.



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan:


Markus 10 : 45Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."


Yohanes 21 : 25 “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”


Matius 5 : 19-20 “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”


Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Kisah tentang Yesus Kristus mengambil tempat di negara kecil yang tidak signifikan, yaitu negara Israel. Tapi meskipun kecil, negara ini lokasinya cukup strategis. Israel merupakan bagian dari rute dari perdagangan kuno yang menghubungkan tiga benua yaitu Asia, Afrika, dan Eropa. Di tanah inilah Allah mengirimkan anakNya untuk memulai suatu perjanjian yang baru. Di sesi ini kita akan melihat kisah Yesus yang hidupnya mengubah dunia. Dan kisah ini ditulis oleh 4 orang, yaitu: seorang pemungut cukai Yahudi, seorang murid Yahudi, seorang dokter Yunani, dan seorang nelayan Galilea.


1. Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes Menulis tentang Satu Injil. Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menulis tentang satu injil meskipun digambarkan oleh 4 orang yang berbeda. Injil ini adalah kisah tentang Yesus Kristus. Semua tulisannya adalah tentang apa yang Yesus lakukan dan katakan. Seperti dikatakan dalam Kisah Para Rasul 1 : 1 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus”


2. Satu Injil dengan Empat Gambaran.


2.A. Kisah-kisah yang ada di alkitab adalah kumpulan kisah-kisah khusus yang terpilih. Yohanes 20 : 30 “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini.” Yohanes memiliki kisah-kisah lain yang tidak dia catatkan dalam kitabnya. Yohanes 21 : 25 “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Berdasarkan ayat-ayat tersebut kita bisa memahami bahwa semua kisah-kisah yang dituliskan dalam alkitab adalah semua kisah yang terpilih dan penting untuk dibaca. Injil tidak memuat biografi dari Yesus Kristus, melainkan memberikan gambaran tentang Yesus Kristus. Latar belakang tentang Yesus yang kita bisa dapat baca dari Injil adalah:

2.A.1. Kisah kelahiran Yesus. 2.A.2. Sedikit kisah tentang masa kanak-kanak Yesus, yaitu ketika Ia di Bait Allah pada umur 12 tahun. 2.A.3. 18 tahun kemudian, barulah Injil mengisahkan pelayanan Yesus selama sekitar 3 tahun.

2.B. Penulis Injil menyatakan tujuan penulisannya dengan menentukan kisah-kisah mana saja yang diikutsertakan. Setiap penulis Injil menentukan dahulu kisah-kisah mana saja yang mereka anggap penting untuk dibaca oleh kita untu tujuan yang jelas. Yohanes 20 : 31 berkata “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Jadi berdasarkan tujuan khusus inilah, Yohanes memilih kisah-kisah mana saja yang ia tampilkan dalam tulisannya. Begitu juga dengan ketiga penulis Injil lainnya.

2.C. Fokus pesan tulisan Injil. Markus 10 : 45 berkata “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Fokus penulisan Injil adalah bahwa Yesus datang untuk orang lain, yakni untuk melayani, untuk memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak datang untuk diriNya sendiri.

2.D. Setiap tulisan Injil memiliki sudut pandang berbeda. Yehezkiel 1 : 10 “Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.” Secara historis, banyak orang beranggapan bahwa ini adalah wajah daripada keempat Injil. Ini adalah cara yang dapat membantu kita dalam mengerti sudut pandang keempat Injil:

2.D.1. Injil Matius. Matius adalah seorang pemungut cukai Yahudi. Ia menulis Injilnya dengan latar belakang ke-Yahudiannya di mana bangsa Yahudi memiliki karakteristik seekor singa, raja dari segala binatang.

2.D.2. Injil Markus. Markus adalah seorang murid Yahudi yang membantu pelayanan Petrus. Markus menuliskan Injilnya dengan pandangan seekor lembu yang menggambarkan Yesus sebagai seorang hamba. Markus 10 : 45 berkata “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

2.D.3. Injil Lukas. Lukas adalah seorang dokter bangsa Yunani, ia lebih menonjolkan sisi manusiawi dari Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat yang penuh dengan kasih, belas kasih, dan kepedulian bagi orang-orang yang tertolak dan tertindas.

2.D.4. Injil Yohanes. Yohanes adalah seorang nelayan dari Galilea. Ia menggambarkan Yesus seperti seekor rajawali yang datang dari Surga. Yohanes menulis tentang keilahian-Nya Yesus sebagai Aanak Allah dan ke-mahakuasaan-Nya.

3. Injil Sinoptik. Dari ke empat Injil, tiga dari antaranya yaitu Injil Matius, Markus, dan Lukas berisikan tulisan-tulisan yang begitu serupa sehingga bisa dilihat secara berdampingan. Oleh sebab itu ketiga Injil ini disebut sebagai Injil Sinoptik. Ciri-ciri Injil sinoptik ini adalah:

3.A. Memiliki garis besar yang sama menggambarkan kehidupan Yesus. 3.B. Mengambil sebagian dari tulisan satu sama lainnya untuk memperkenalkan Yesus. 3.C. Mereka berbicara tentang kelahiran Yesus. 3.D. Mereka berbicara tentang pembatisan air dan Roh Kudus yang dicurahkan ke atas Yesus. 3.E. Mereka mendedikasikan tulisan mereka tentang pengajaran, kesembuhan, dan mujizat Yesus. 3.F. Sepertiga dari setiap kitab Sinoptik menggambarkan kematian Yesus.

4. Injil Matius. Diperkirakan Injil Matius bukanlah Injil yang pertama-tama ditulis. Tetapi Injil Matius ditempatkan di posisi pertama dalam kitab di Perjanjian Baru karena kitab ini sangat berhubungan dengan Perjanjian Lama. Injil Matius menitik beratkan pada penggenapan janji dan harapan orang-orang Yahudi oleh Yesus. Kita sudah pelajari sebelumnya bahwa ada periode 400 tahun di mana bangsa Yahudi tidak memiliki raja dan menerima tuntunan dari Allah. Tetapi di Perjanjian Lama Tuhan sudah berjanji bahwa akan muncul seorang raja keturunan Daud yang kerajaanNya tidak akan berakhir. Berikut adalah penjelasan isi dari Injil Matius:

4.A. Injil Matius diawali dengan silsilah Yesus Kristus dalam 42 generasi. Silsilah ini penting untuk membuktikan bahwa Yesus sang Mesias adalah orang Yahudi dan juga seorang keturunan raja. Tetapi kriteria Mesias tidak dibatasi hanya pada dua kriteria itu saja, karena Daud pastinya juga memiliki banyak keturunan. Untuk meneguhkan Yesus adalah Mesias Injil Matius menjelaskannya dalam 2 pasal pertama. Matius menulis bahwa hanya Yesuslah penggenapan spesifik dari nubuatan Perjanjian Lama tentang kedatangan Mesias. Nubuatan-nubuat itu di antaranya adalah:

4.A.1. NamaNya adalah Imanuel, yang artinya Allah menyertai kita. Ini dinubuatkan oleh Nabi Yesaya 700 tahun sebelumnya.

4.A.2. Mesias lahir di Betlehem. Betlehem adalah kota kecil kelahiran Yesus, dan ini dinubuatkan oleh Nabi Mikha 500 tahun sebelumnya.

Karena Yesus menggenapi semua nubuatan-nubuatan di Perjanjian Lama tentang kedatangan Mesias, maka kedatangan Yesus sudah pasti suatu kebetulan. Ada sesuatu yang ajaib dari kehadiran Yesus. Di sinilah penekanan dari Injil Matius terlihat, yaitu sebuah Injil pengajaran. Dalam ayat terakhirnya Matius menulis tentang Amanat Agung di pasal 28 : 18-20 “Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Ada 3 unsur penting dalam Amanat Agung ini, yaitu menjadikan murid, membaptis, dan mengajar. Seluruh Injil Matius ini ditulis untuk membantu kita melakukan ketiga hal tersebut.


4.B. Penekanan dalam Injil Matius adalah:

4.B.1. Pemuridan. Tujuan pemuridan sangat nyata saat kita membaca tentang khotbah di bukit dari pasal 5 sampai pasal 7. Tetapi siapakah murid-murid itu? Murid-murid adalah mereka yang mau mendengar untuk mentaati. Matius 5 : 19-20 “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Sebagai murid, setelah kita mendengar dan mentaati firman, kita juga lalu harus siap menjadi pengajar firman. Apa yang kita ajarkan juga adalah apa yang kita lakukan. Kita tidak boleh hanya mengajar tanpa menjadi pelaku, seperti halnya para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

4.B.2. Pengajaran. Perbedaan antara pengajaran Yesus dan para pemuka agama Yahudi adalah Yesus mengajar dengan kebenaran yang ditujukan kepada dari hati pendengarnya yang paling dalam. Kita bisa ambil contoh tentang perintah jangan membunuh. Yesus bukan sekedar mengajar jangan membuhun, tetapi Yesus mengajar agar kita jangan membenci. Ini bagian terpenting dalam menghidupi pengajaran Yesus sebelum kita mengajarkannya kepada orang lain. Kitab ini berisikan pedoman efektif demi menjalankan Amanat Agung yang Tuhan Yesus perintahkan.

4.B.3. Rahasia Kerajaan Sorga. Kerajaan Sorga bukan berasal dari dunia ini. Raja dari Kerajaan Sorga datang ke dunia untuk melayani dan mati di kayu salib. Sulit bagi manusia untuk bisa mengerti ini karena seorang raja selayaknya datang untuk memerintah dan bukan untuk melayani. Sebab itu hal tentang Kerajaan Sorga di kitab Matius diterangkan oleh Yesus dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan agar murid-murid bisa memahaminya.

5. Injil Markus. Injil Markus adalah Injil yang menggambarkan Yesus sebagai seorang hamba yang menderita. Hal-hal penting dalam Injil Markus adalah:

5.A. Injil Markus tidak mencantumkan silsilah Yesus.

5.B. Injil Markus tidak berisi banyak pengajaran.

5.C. Injil Markus berisikan 19 mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus. Mujizat-mujizat ini mewakili lebih dari setengah daripada keseluruhan mujizat yang dicatat oleh keempat Injil.

5.D. Tekanan dari Injil Markus adalah pelayanan yang dilakukan oleh Yesus.


6. Injil Lukas.

Injil Lukas adalah Injil yang menggambarkan Yesus sebagai seorang Juru Selamat yang memiliki belas kasih. Hal-hal penting dalam Injil Lukas adalah:

6.A. Injil ini mewartakan kabar baik, yaitu adanya seorang Juru Selamat yang lahir di Betlehem. Ia bukan saja datang untuk menyelamatkan orang Yahudi, tetapi untuk semua orang yang percaya kepadaNya.

6.B. Injil Lukas memberikan banyak perhatian kepada orang-orang yang direndahkan seperti wanita, anak-anak, pemungut cukai, orang-orang kafir, dan orang-orang miskin.

6.C. Karena Lukas juga adalah seorang dokter dan pakar sejarah dari bangsa Yunani, penulisan Injil Lukas sangat tersusun rapi dengan terperinci. Lukas 1 : 3-4 “Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.” Injil Lukas ini ditulis dan ditujukan kepada Teofilus, seorang yang diduga adalah pemimpin Romawi. Lukas ingin agar Teofilus mengerti apa yang Yesus lakukan, yaitu untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, termasuk orang-orang Romawi, Yunani, orang-orang kafir, dan juga semua orang-orang yang direndahkan. Karena ditujukan kepada seorang Romawi, maka Injil Lukas ini bisa lebih dimengerti oleh mereka yang tidak memahami latar belakang Yahudi.



Bagian 3: Diskusi kelompok.

1. Diskusikan perbedaan antara cara pengajaran para pemimpin agama dengan cara pengajaran Yesus, seperti yang dijelaskan oleh Injil Matius.


2. Apakah tuntutan murid-murid Yesus berbeda dari jaman para rasul dengan era dunia masa kini? Jelaskan.