Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Kuliah Kehidupan Supernatural Sesi 10 dari 10




Topik Umum : Kehidupan Dalam Roh Dan Kesembuhan Melalui Karunia Roh Kudus.


Topik sesi 10 : Impartasi Melalui Penumpangan Tangan.



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan:


Kisah Para Rasul 19 : 4-6 “Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.”


Markus 5 : 38-42 “Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.”


Matius 9 : 27-29 “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: ‘Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu.’"



Bagian 2: Topik Kuliah:

Pendahuluan:

Hal-hal yang luar biasa terjadi saat kita menumpangkan tangan dengan iman dalam ketaatan kepada Roh Kudus. Penumpangan tangan membuat suatu kontak yang membuka kuasa Allah yang mengalir. Hal ini bisa kita sebut dengan hukum kontak atau hukum transmisi. Markus 16 : 18b mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”


1. Penumpangan Tangan. Penumpangan tangan adalah salah satu prinsip dasar ajaran Tuhan Yesus Kristus. Ibrani 6 : 1-2 “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.”

1.A. Contoh penumpangan tangan dalam kisah Alkitab:

1.A.1. Imamat 16 : 21 “dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu.” Saat Harun menumpangkan tangannya di atas kepala kambing maka ini terjadilah pemindahan dosa bangsa Israel yang sekarang ditanggung oleh kambing tersebut.

1.A.2. Ulangan 34 : 9 “Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.” Maksud ayat ini adalah roh hikmat yang sama yang ada pada Musa telah diimpartasikan kepada Yosua.


1.B. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penumpangan tangan:

1.B.1. Melalui penumpangan tangan ada baptisan dan impartasi karunia Roh Kudus. Kisah Para Rasul 19 : 6 “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.” Dalam ayat ini dijelaskan Paulus mengimpartasikan Roh Kudus kepada orang orang percaya di Efesus dengan penumpangan tangan. 2 Timotius 1 : 6 “Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” Paulus menyatakan berkat Karunia Roh Kudus kepada Timotius dengan penumpangan tangan.

1.B.2. Jangan menganggap remeh penumpangan tangan. Kita juga tidak boleh gegabah dengan tergesa-gesa menumpangkan tangan kepada seseorang, kita harus menanggapi perkara penumpangan tangan ini dengan sangat serius. Ini khususnya berlaku bila kita hendak menumpangkan tangan untuk impartasi karunia Roh Kudus, mengutus seseorang dalam pelayanan, atau saat mengukuhkan seseorang dalam pelayanan. Sebelum kita menumpangkan tangan sebaiknya kita harus mengenal mereka yang menerima penumpangan tangan itu terlebih dahulu. Paulus memperingatkan Timotius dalam 1 Timotius 5 : 22a “Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang...”


1.C. Beberapa contoh Tuhan Yesus melayani penyembuhan dengan adanya kontak fisik.

1.C.1. Orang Kusta dijamah Yesus : Markus 1 : 40-41”Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "’Aku mau, jadilah engkau tahir.’” Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan. Ada perbedaan antara belas kasihan Tuhan dengan simpati manusia. Simpati manusia adalah rasa kasihan manusia kepada sesamanya dan ini adalah emosi atau perasaan. Sedangkan belas kasihan Tuhan adalah sesuatu yang terjadi di dalam roh, suatu aliran ilahi dari kasih Allah yang datang melalui Roh Kudus kepada roh kita. Seringkali inilah yang menarik kita untuk melayani karena belas kasihan Tuhan mengalir dalam hati kita. Dalam dorongan belas kasihan inilah, Yesus lalu mengulurkan tangan-Nya dan lalu menjamah orang kusta tersebut dan menyembuhkannya.

1.C.2. Anak Perempuan Yairus dibangkitkan dengan dipegang tangannya: Markus 5 : 41-42 “Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah! Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.” Perhatikan bahwa ketika Yesus tiba di rumah Yairus, pertama-tama yang dilakukan oleh Yesus adalah mengusir orang-orang yang tidak percaya dahulu. Ini dilakukan Yesus karena kuasa Allah tidak bisa mengalir di tengah-tengah keraguan dan ketidakpercayaan. Baru setelah orang-orang yang tidak percaya itu keluar barulah Yesus memegang tangan anak itu dan membangkitkannya.

1.C.3. Orang tuli disembuhkan dengan jari Tuhan Yesus : Markus 7 : 33-35 “Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.” Yesus memasukkan jariNya ke telinga orang itu dan meraba lidah orang itu karena Yesus ingin kuasa Tuhan mengalir kepada tubuh yang butuh kesembuhan. Ini semua juga termasuk dalam dasar pengertian penumpangan tangan. Jadi penumpangan tangan bukan hanya di kepala, tapi juga termasuk adanya sentuhan atau kontak fisik di tubuh yang sakit.

2. Petunjuk Praktis Penyembuhan Lewat Penumpangan Tangan.


2.A. Cari tahu kebutuhannya. Kita bisa beroperasi dengan karunia pengetahuan dan karunia hikmat, atau kita bisa bertanya langsung kepada orang tersebut. Kita bisa tanyakan apa yang mereka percaya Tuhan mau kerjakan bagi mereka. Tanyakan dan temukan apa yang diyakini orang tersebut terlebih dahulu. Ajukan pertanyaan sedemikian rupa sehingga jawaban yang keluar adalah respon iman yang positif. Buat orang tersebut membicarakan imannya di dalam dunia sekarang. Contoh pertanyaan yang diajukan adalah “Apa anda yakin bahwa Allah akan melakukan penyembuhan padamu sekarang? atau bisa juga dengan “Apa anda percaya bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan? Hindari pertanyaan seperti “Apa masalah anda?”

2.B. Jamah bagian tubuh yang akan disembuhkan. Kuasa kesembuhan dipindahkan dengan menggunakan hukum kontak atau penumpangan tangan. Dalam Matius 9 : 29 “Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Kita ingin kuasa kesembuhan mengalir langsung ke bagian tubuh yang memerlukan kesembuhan.” Mohon untuk diperhatikan bahwa ada bagian-bagian tubuh yang sifatnya pribadi yang harus dihindari untuk disentuh, apa lagi bila yang dilayani itu berlawanan jenis. Dalam hal ini kita bisa tumpangkan tangan ke atas kepala orang tersebut, menggunakan tangan orang tersebut ke atas bagian yang sakit dan barulah tangan kita ditumpangkan ke atas tangan orang tersebut. Teapi cara yang paling baik adalah untuk wanita menumpangkan tangan kepada wanita dan pria kepada pria.

2.C. Visualisasikan dan alirkan kuasa. Ketika kita menumpangkan tangan kepada orang sakit dan memperkatakan perkataan iman, visualisasikan bagian tubuh yang sakit itu sedang disembuhkan. Dengan iman, alirkan kuasa kesembuhan dari dalam diri kita untuk mengalir ke dalam tubuh si sakit. Fokuskan iman kita dan perintahkan kesembuhan pada bagian tubuh yang sakit.

2.D. Berjaga-jaga dan harapkan manifestasi terjadi. Kita harus tetap berjaga-jaga saat kita mendoakan kesembuhan. Yesus berkata berjaga-jaga dan berdoalah. Kita berjaga-jaga karena kita mengharapkan sesuatu terjadi saat kita mendoakan kesembuhan.

2.E. Melayani penyembuhan kepada banyak orang. Ada saat di mana kita harus menyembuhkan banyak orang di dalam waktu yang singkat. Kita harus bergerak mengikuti arus penumpangan tangan dan menumpangkan tangan kepada sebanyak mungkin orang yang ada saat itu. Jangan biarkan ada yang menghentikan aliran Roh Kudus. Ada waktu tertentu ketika kita sedang melayani orang banyak, Allah membimbing kita dengan karunia perkataan pengetahuan untuk melakukan penyembuhan. Pada saat yang lain, Allah akan membimbing kita untuk mengusir roh jahat dalam nama Tuhan Yesus. Pada saat yang lain, di bawah kuasa Allah banyak yang rebah dalam roh. Kuncinya adalah ketaatan mendengarkan Roh Kudus dan bergerak bersama urapan-Nya.

2.F. Menyembuhkan dengan karunia iman. Kita harus berani bertindak dalam iman seperti Yesus, Petrus, Yohanes, Paulus. Mereka bergerak dengan berani. Yakobus 2 : 17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yang harus kita lakukan adalah apa yang Tuhan Yesus lakukan. Yohanes 5 : 19 Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” Berikut adalah beberapa contoh kisah Tuhan Yesus menyembuhkan dengan karunia iman disertai dengan perkataan dan tindakan yang berani:

2.F.1. Pria di Kolam Bethesda: Yohanes 5 : 8 Yesus berkata kepada orang lumpuh di kolam Bethesda “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.“

2.F.2. Orang buta: Yesus berkata kepada orang buta setelah matanya ditutupi dengan lumpur yang dicampur dengan ludah Yesus. Yohanes 9 : 7 ”Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.”

2.F.3. Orang yang mati sebelah tangannya: Yesus berkata kepada orang dengan tangan yang mati sebelah, Matius 12 : 13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.



3. Kesembuhan yang Membutuhkan Waktu. Seperti saat Yesus menyembuhkan orang buta di Markus 8 : 23-25 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.”

Ada kalanya saat melayani orang sakit kita belum melihat perubahan apapun, meskipun kita sudah mentaati perintah Yesus. Tugas kita adalah untuk tetap yakinkan orang tersebut bahwa Yesus sungguh mau menyembuhkannya. Kita harus terus menjaga agar orang tersebut tidak kehilangan iman untuk disembuhkan, dan terus mengucap syukur atas kuasa Allah yang sudah mengalir dalam tubuhnya. Yang pasti saat kita menumpangkan tangan pada yang sakit, kuasa Allah mengalir. Ada kalanya kesembuhan langsung terjadi, tapi ada juga kalanya kesembuhan berproses secara bertahap. Baik secara instan ataupun bertahap, orang yang sakit haruslah tetap menjaga dan memelihara iman. Seperti dikatakan dalam Ibrani 3 : 14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”



Bagian 3: Diskusi kelompok: 1. Jelaskan kembali dengan kata-kata anda sendiri tentang hukum kontak atau hukum transmisi ini.

2. Berdasarkan petunjuk-petunjuk praktis penyembuhan lewat penumpangan tangan, langkah manakah menurut anda yang paling besar tantangannya bagi anda?