Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Dasar-Dasar Iman Sesi 3 dari 6


Topik: Keselamatan oleh Anugerah Melalui Iman; Topik tentang Surga dan Neraka; Topik tentang Kedatangan Kristus.


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Yohanes 14 : 6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Roma 3 : 23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

Roma 10 : 9-10 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Lukas 16 : 22-24Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.”

1 Korintus 15 : 51-53 “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.”


Bagian 2: Topik Kuliah


1. Keselamatan oleh Anugerah Melalui Iman. Agama tidak menyelamatkan manusia, tetapi iman kepada Yesus Kristuslah yang menyelamatkan. Yohanes 14 : 6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Hanya ada satu jalan kepada Bapa di sorga, yaitu melalui Yesus Kristus. Yesus sendiri mengklaim bahwa hanya ada satu jalan menuju ke sorga. Kita percaya penuh bahwa keselamatan disediakan melalui Yesus Kristus. Keselamatan ini dianugerahkan oleh Tuhan oleh kasih karuniaNya melalui iman kita, bukan karena perbuatan kita.

Efesus 2 : 8-9 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Kita tidak dapat diselamatkan karena perbuatan baik kita. Artinya kita tidak selamat karena kita telah rajin membagikan warta gereja, karena kita rajin ke gereja, karena kita adalah anggota suatu gereja, karena pemberian-pemberian kita, dan juga bukan karena kita telah memberi diri untuk dibaptis. Semua hal di atas memang adalah hal yang baik bila kita lakukan dengan iman. Kita percaya kepada pembaptisan, kita percaya bahwa kita harus murah hati dengan memberi, dan kita percaya bahwa kita harus rajin ke gereja. Tetapi kesemuanya itu adalah bukti-bukti tindakan kita setelah kita sudah menerima keselamatan. Tetapi kita diselamatkan bukan karena kita melakukan hal-hal tersebut, sebaliknya kita melakukan hal-hal tersebut karena kita sudah diselamatkan.

Dalam Kisah Para Rasul 10 : 1-6 “Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: ’Kornelius!’ Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus. Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut." Saat itu Petrus berkhotbah kepada Kornelius tentang Yesus Kristus, sehingga Kornelius dan seisi rumahnya percaya kepada Yesus Kristus. Mereka semuanya kemudian dibaptis. Perhatikan bahwa Alkitab mencatat Kornelius adalah orang yang takut akan Allah. Ia memberi banyak sedekah dan senantiasa berdoa kepada Allah. Namun ia belum menerima keselamatan. Setelah Petrus berkhotbah kepada Kornelius barulah ia percaya kepada Yesus Kristus, dan saat itu barulah ia menerima keselamatan. Jadi meskipun Kornelius sebelumnya sudah mendapatkan penglihatan, saat itu ia belum diselamatkan. Demikianlah kita harus menerima Yesus Kristus dahulu agar kita diselamatkan. Perbuatan baik atau usaha kita tidaklah sanggup menyelamatkan kita.

Bagaimana kita bisa menerima anugerah keselamatan itu? Hanya dengan iman. Tetapi ada satu hal yang harus mendahului iman keselamatan tersebut, yaitu pertobatan hati seperti dikatakan dalam Markus 1 : 15kata-Nya: ’Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!’" Yesus menyatakan bahwa pertobatan datang sebelum seseorang percaya kepada injil. Kemudian dalam Lukas 24 : 46-47 “Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.” Yesus katakan di sini ada 2 hal yang harus kita beritakan ke seluruh bangsa, yaitu pertobatan dan pengampunan dosa. Kita harus beritakan kabar baik tentang penghapusan dosa oleh pencurahan darah Tuhan Yesus. Tapi pertama-tama orang-orang harus bersedia untuk bertobat dahulu.

Apakah pertobatan itu? Pertobatan haruslah bersumber dari hati yang paling. Pertobatan adalah kesediaan untuk berpaling dari gaya hidup berdosa dan kemudian berpaling dengan mengikuti jalan keselamatan Allah. Banyak orang belum diselamatkan bukan karena mereka belum mengenal Tuhan Yesus. Mereka belum diselamatkan karena mereka belum bersedia untuk meninggalkan jalan-jalan mereka yang penuh dosa. Hanya bila didahului dengan pertobatan saja maka karunia keselamatan baru bisa diterima.

Roma 10 : 8-10 “Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Ayat ini menjelaskan bagaimana kita diselamatkan.

Apabila kita bersedia menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan berpaling dari segala dosa, alkitab katakan bahwa kita akan diselamatkan. Itu berarti kita memberikan kendali hidup kita kepada Tuhan Yesus. Kita bersedia menjalani hidup kita dalam kendalinya Tuhan. Apabila kita lakukan ini, pasti Roh Kudus akan mengubahkan kita. Inilah yang dimaksud dengan konsep dilahirkan kembali.


2. Sorga dan Neraka. Alkitab berkata bahwa ada sorga dan ada juga neraka. Neraka adalah tempat untuk orang-orang yang menolak Kristus. Mereka yang menolak anugerah keselamatan akan masuk ke dalam neraka ini, meskipun sesungguhnya diciptakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Matius 25 : 41 “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Di neraka tidak akan ada pengampunan lagi, tidak ada jalan keluar. Oleh sebab itu janganlah membuat neraka sebagai tujuan akhir kita.

Gambar tentang neraka dijelaskan dalam Wahyu 20 : 10–15. Neraka itu nyata, dan penghakiman sudah pasti akan diberikan kepada orang-orang yang menolak keselamatan. Di neraka mereka dihakimi menurut perbuatan mereka, lalu mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api. Alkitab menyebut ini adalah kematian yang kedua. Sebaliknya, sorga adalah tempat bagi orang-orang yang sudah menerima Yesus di dalam hatinya dan mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan.


3. Kedatangan Kristus 1 Tesalonika 4 : 16-17 “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” Ini adalah satu kejadian yang sangat ditunggu-tunggu oleh orang Kristen, disebut juga hari pengangkatan. Pada hari itu Yesus Kristus akan datang dan Dia akan mengangkat orang-orang Kristen untuk bertemu Dia di awan-awan dan membawa mereka ke sorga bersama-sama dengan Dia.

1 Korintus 15 : 51-53 “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.” Ayat ini berbicara tentang kejadian yang sama dengan ayat sebelumnya. Jadi saat sangkakala berbunyi, dalam sekejap tubuh jasmani kita akan diubahkan. Kita akan bangkit dan bertemu Tuhan Yesus di angkasa. Tentunya tubuh jasmani kita akan berubah sama seperti tubuh jasmani Yesus setelah Ia dibangkitkan. Tubuh yang baru ini tidak memiliki sakit penyakit dan kelemahan, tidak ada keletihan atau kelelahan.

Ada satu hal penting lagi yang harus dibahas, yaitu saat kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia ini. Dia akan turun ke dunia ini dan memerintah selama seribu tahun. Ia akan mendirikan pemerintahanNya di atas bangsa-bangsa. Setelah pemerintahan 1000 tahun ini, akan ada kebangkitan semua orang mati. Saat itulah orang-orang yang telah mati dibangkitkan dari neraka dan kemudian diperhadapkan depan Tahta Putih di pengadilan Allah. Mereka akan dihakimi kemudian dilemparkan ke dalam lautan api bersama-sama dengan setan dan malaikat-malaikatnya. Pada akhirnya Allah akan menciptakan sorga baru dan bumi baru. Dalam Wahyu 21 dijelaskan tentang kota yang begitu indah di mana Allah sendiri yang berdiam di antara umatNya. Mereka tidak perlu lagi matahari atau bulan untuk menerangi. Yesus Kristuslah yang menjadi terangnya. Tidak ada yang najis yang bisa masuk ke dalam kota itu, hanyalah orang-orang yang tertulis namanya dalam kitab kehidupan yang bisa masuk. Oleh sebab itu kita harus pastikan agar nama-nama kita tertulis di dalam kitab kehidupan.


Bagian 3: Diskusi Kelompok 1. Silakan bagikan pandangan anda tentang bagaimana cara memperoleh keselamatan.

2. Diskusikan makna apa yang anda dapati dari ayat berikut: Yohanes 3 : 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”