Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Pelayanan Anak Sesi 1 dari 2


Topik Sesi 1: Menjangkau Anak-Anak



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan


Markus 10 : 13-16 “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. (14) Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." (16) Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.”


Ulangan 6 : 20-21 “Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita?” (21) maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Allah sangat memperhatikan semua anak-anak di dunia ini. Berkali-kali di Alkitab kita baca bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-murid dan pengikutNya tentang anak-anak. Dalam sesi pengajaran ini kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Haruskah gereja menjangkau anak-anak untuk Tuhan? Apakah ada pelayanan anak-anak di Alkitab? Apakah kita diperintahkan Tuhan untuk memenangkan anak-anak agar mereka menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat pribadi? Apakah kita sebagai orang tua diberikan tanggung-jawab oleh Tuhan untuk memastikan anak-anak kita mengenal Tuhan Yesus? Apakah Gereja hanya untuk orang dewasa? Seperti apa tanggung jawab orang tua untuk memastikan agar anak-anak kita mengenal Kristus? Apakah kita harus menyediakan sesuatu pelayanan khusus untuk anak-anak agar mereka bisa mengenal Tuhan dan bukan sekedar duduk bersama kita digereja? Dapatkah anak-anak mengalami suatu pengalaman rohani? Dapatkah mereka menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi? Apakah mereka perlu diselamatkan seperti halnya orang-orang dewasa?


1. Apa Kata Alkitab tentang Anak-Anak


1.A. Tuhan Yesus mau agar anak-anak datang kepadaNya. Markus 10 : 13-16 “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. (14) Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." (16) Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.” Di ayat-ayat ini Tuhan Yesus menjadi marah saat murid-muridNya menghalang-halangi beberapa anak-anak kecil untuk datang menjumpai Yesus. Yesus ingin menyediakan waktu yang khusus bagi para anak-anak ini, mengumpulkan mereka, dan kemudia memberkati mereka.

1.B. Tuhan Yesus melindungi para anak-anak dari para penyesat. Matius 18 : 6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” Yesus bukan saja marah kepada mereka yang menghalang-halangi para anak-anak datang kepadaNya, tetapi Ia juga memperingatkan dengan keras agar jangan sampai ada orang yang menyesatkan anak-anak ini dari iman mereka kepada Yesus.

1.C. Yesus secara khusus meletakkan tanganNya keatas para anak-anak. Matius 19:13-15 “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.” (14) Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." (15) Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.” Pada jaman itu, keluarga-keluarga berdatangan untuk membawa anak-anak mereka ke hadapan Yesus agar Yesus meletakkan tanganNya atas mereka dan memberkati mereka. Ini adalah alasan mengapa gereja harusnya sangat terdorong untuk melayani anak-anak dan mengajar mereka. Jika gereja hanya diperuntukkan untuk orang dewasa dan tidak melayani anak-anak, berarti kita telah gagal melayani Tuhan. Yesus sendiri telah memerintahkan gerejaNya untuk menjangkau anak-anak ini dengan bercermin pada cara Yesus memperlakukan mereka.


2. Perintah Allah tentang Anak-Anak Bangsa Israel

Ulangan 6 : 4-8 “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, (7) haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (8) Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu”


2.A. Mengajar kepada anak-anak dalam setiap waktu dan di manapun kita berada. Ayat-ayat di atas adalah perintah khusus dari Allah agar semua bangsa Israel mengajar anak anak mereka setiap waktu, atau dengan berulang-ulang. Pengajaran ini harus terus menerus dilakukan di rumah mereka, saat dalam perjalanan, dan bahkan saat mereka sedang beristirahat.

2.B. Allah ingin bangsa Israel mengajar semua anak-anak mereka agar tentang penyertaan Allah. Ulangan 6 : 20-21 “Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita?” (21) maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.” Allah menginginkan orang-orang Israel untuk mengajar anak-anaknya agar mereka mengetahui bahwa Tuhan itu Allah yang berkuasa untuk melepaskan mereka dari segala ikatan, masalah, ataupun segala kesulitan hidup mereka.

2.C. Allah ingin agar pengajaran ini dilakukan turun-temurun. Ulangan 4 : 9-10 “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu, (10) yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka” Allah memberikan tanggung jawab ini sekarang kepada gereja Tuhan untuk meneruskan apa yang Allah perintahkan kepada bangsa Israel tentang pengenalan akan Dia dan penyertaanNya, dengan cara gereja menjangkau anak-anak.


3. Memenangkan Suatu Kota bagi Kristus Melalui Anak-Anak

Seringkali didapati lebih mudah untuk menjangkau anak-anak daripada para orang tua mereka. Anak-anak itu lebih mudah bila kita lakukan pendekatan dengan memulai pembicaraan dengan mereka. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjangkau anak-anak di sebuah kota.


3.A. Kita mulai dengan mengundang anak-anak. Kita mengundang anak-anak ini untuk menghadiri kelas-kelas khusus, di mana para gurunya telah dilatih terlebih dahulu untuk mengajarkan apa yang Allah ingin anak-anak ini pelajari. Untuk melakukan ini kita perlu menyediakan tempat berkumpul, di mana anak-anak lalu ditempatkan di kelas-kelas sesuai dengan usia mereka.

3.B. Aktifitas saat berkumpul. Kita harus memiliki materi pelajaran Alkitab yang tepat agar anak-anak dapat diajar tentang Allah. Kita juga bisa mengajarkan mereka untuk bernyanyi dan menyembah Tuhan. Di kelas-kelas ini juga sangat penting untuk kita mengajarkan kepada anak-anak untuk membawa persembahan mereka kepada Tuhan sebagai tanda kasih mereka kepada Tuhan.

3.C. Kesaksian. Beberapa tahun yang lalu, ada suatu pelayanan anak yang dimulai di kota Fort Wayne di Indiana, Amerika Serikat. Pelayanan ini dimulai dari 5 anak-anak yang lalu bertumbuh menjadi 10, dan terus bertambah sampai 50, 100, 500 bahkan 1000. Kami menyaksikan bagaimana anak-anak ini mulai mengajak teman-teman mereka untuk datang bergabung bersama-sama dengan kami, dan kami juga mendapati bahwa anak-anak itu mudah untuk dijangkau.

3.D. Anak-anak dapat diajar tentang Allah. Sesungguhnya anak-anak itu dapat menerima pengajaran dengan baik. Mereka umumnya memiliki sikap siap belajar dengan dipenuhi oleh berbagai pertanyaan-pertanyaan. Jika kita tidak mau mengajar firman Tuhan kepada mereka, maka mereka akan mempelajari hal-hal yang tidak patut mereka pelajari. Saat melayani di dunia, Yesus dikenal sebagai seorang guru baik untuk orang dewasa dan juga bagi anak-anak. Di Perjanjian Baru, kita bisa mendapati Yesus disebut sebagai guru tertulis sebanyak 109 kali. Pada masa sekarang, gereja-lah yang telah ditugaskan oleh Yesus untuk mengajar anak-anak ini.

3.E. Menjangkau anak-anak berarti kita juga menjangkau orang tua mereka serta generasi berikutnya. Alkitab memang memerintahkan kita untuk menjangkau anak-anak, sebab kita harus peduli dan memenangkan mereka demi kemuliaan nama Tuhan. Tetapi jika kita menyentuh kehidupan seorang anak, kita juga akan menyentuh kehidupan ayah dan ibunya. Sesungguhnya banyak orangtua yang tidak pergi ke gereja kecuali jika mereka harus mengantar anak-anaknya ke sekolah minggu. Para orang tua ini adalah ladang yang subur bagi gereja-gereja Tuhan. Dalam sisi lainnya, saat kita menuai anak-anak yang belum mengenal Tuhan maka kita juga akan menuai generasi selanjutnya, saat anak-anak ini bertumbuh dewasa dan mereka juga lalu dianugerahkan anak-anak.


4. Mengembangkan Karunia Mengajar Saat Melayani Anak-Anak.

Tuhan telah memberikan setiap orang percaya berbagai karunia-karunia yang beroperasi dalam Tubuh Kristus. Rasul Paulus menulis bahwa setiap orang dalam Tubuh Kristus pasti memiliki satu atau lebih karunia-karunia. 1 Korintus 12 : 27-28 “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. (28) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.” Dari ayat-ayat ini kita mendapatkan bahwa salah satu karunia tersebut adalah posisi pengajar. Beberapa dari kita memiliki karunia menjadi pengajar ini, dan Allah menginginkan karunia ini digunakan juga untuk mengumpulkan anak-anak ke dalam kelas-kelas untuk mengajar kepada mereka. Tetapi Yesus dalam Amanat Agungnya juga berkata agar kita “pergi” dan “mengajar.” Ini juga berarti bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan untuk menjadi pengajar firman. Dengan demikian, meskipun kita tidak memiliki karunia sebagai pengajar, tetapi saat kita mulai menindak lanjuti perintah Amanat Agung untuk menjangkau anak-anak maka kita sedang mengembangkan karunia pengajaran ini.


5. Manfaat Mengajar Firman Kepada Anak-Anak


5.A. Mengajar firman kepada anak-anak mematahkan pengaruh Iblis. Iblis sangat suka mempengaruhi anak-anak, agar setiap generasi semakin rusak dan hidup jauh dari kebenaran. Kita harus mengajar dan melatih anak-anak kita sehingga mereka dapat dijauhkan dari segala pengaruh buruk si Iblis. Banyak anak-anak bertumbuh dewasa tanpa mengenal kebenaran yang sejati karena berbagai penyesatan iblis. Dengan demikian banyak sekali kuasa kuasa kegelapan mengikat anak-anak kita sehingga mereka tidak dapat masuk ke dalam hadirat Allah. Bila mereka dilatih firman Tuhan sejak usia dini, maka ketika mereka beranjak dewasa maka mereka tidak akan lagi menjauhi firman Allah.

5.B. Mengajar firman kepada anak-anak membentuk karakter mereka. Kita bukan hanya menjangkau anak-anak untuk menjauhkan segala pengaruh buruk, tetapi saat mengajar mereka melalui kebenaran maka firman pasti membangun karakter dan kedisiplinan dari hidup yang sangat dibutuhkan saat mereka beranjak dewasa. Mereka akan dilatih untuk membedakan mana yang benar dan salah. Mereka juga akan menerima instruksi dari firman Allah tentang bagaimana cara mereka berjalan dalam kebenaran, bagaimana cara berbicara dan bertingkah laku.

5.C. Dengan mengajar firman kepada anak-anak, fondasi gereja menjadi kuat. Fondasi dari setiap gereja juga dibangun di atas kekuatan dari generasi penerus yang bertumbuh di situ. Setiap gembala gereja harus menyadari ini dan memiliki beban untuk turut serta melayani anak-anak dalam memberikan instruksi, membimbing, dan menolong para pengajar.

5.D. Dengan mengajar firman kepada anak-anak, maka kita sedang meneguhkan panggilan Tuhan dalam mereka. Firman Tuhan menulis banyak contoh tentang bagaimana orang-orang dipanggil Tuhan sejak usia dini. Saat kita mulai melayani anak-anak, kita bisa saksikan banyak dari mereka yang memiliki panggilan khusus dari Allah. 5.D.1. Nabi Samuel dapat mendengar suara Allah saat ia masih sangat muda. 5.D.2. Daud masih sangat muda waktu ia diurapi menjadi raja. 5.D.3. Timotius, Titus, dan Markus juga masih muda saat mereka mulai melayani.


Penutup

Tuhan Yesus mengasihi anak-anak di dunia ini. Ia berkata agar para anak-anak ini dibawa kepadaNya, agar Ia dapat menjamah dan memberkati mereka. Dengan demikian mereka akan jadi bagian dari Kerajaan Allah. Tetapi sayangnya banyak gereja yang melakukan kesalahan dengan tidak melayani para anak-anak. Orang-orang dewasa datang ke gereja dengan anak-anak yang mereka paksa untuk duduk di samping mereka. Pada akhirnya anak-anak ini hilang, dan saat anak-anak ini menjadi dewasa maka dan keturunannya kehilangan Kerajaan Allah. Kita bisa mengubah ini dengan memberikan perhatian khusus untuk menjangkau anak-anak ini di gereja kita, dan mulai memenangkan umat Tuhan dari generasi ke generasi.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Bagaimana gereja anda selama ini menjangkau dan melayani para anak-anak? Apakah menurut anda pelayanan ini masih bisa dikembangkan lagi? Jelaskan.


2. Bagaimana cara anda memenangkan anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan rumah anda? Jelaskan ide anda.