Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Iman Yang Supernatural Sesi 5 dari 5


Topik Sesi 5: Rhema Allah melalui Hamba-Nya



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan


1 Raja-raja 19 : 11-12 “Lalu firman-Nya: ‘Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!’ Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada Tuhan dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. (12) Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.”


Efesus 4 : 11-13 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Dalam sesi-sesi yang lalu, kita sudah belajar beberapa hal:

1. Berdoa tanpa henti. Satu-satunya cara kita bisa berdoa tanpa henti adalah apabila kita berdoa dalam Roh seperti yang diajarkan dalam Efesus 6 : 17-18.

2. Sambil kita berdoa tanpa henti, kita juga belajar untuk menggunakan pedang Roh, yaitu firman Allah. Tetapi firman Allah di sini bukanlah firman Allah yang tertulis, melainkan rhema Allah atau pencerahan dari Allah.

3. Iman timbul dari pendengaran akan rhema Allah atau pencerahan dari Roh Kudus, yaitu saat Allah berbicara kepada roh kita.

4. Iman yang supernatural adalah iman yang kita butuhkan untuk menggenapi firman yang sudah Allah katakan kepada kita. Iman adalah karunia dan merupakan subtansi Ilahi.

1. Suara Allah


1.A. Allah berbicara dengan lemah lembut. 1 Raja-Raja 19 : 11-12 “Lalu firman-Nya: ’Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!’ Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada Tuhan dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. (12) Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.” Tuhan tidak selalu hadir dalam hal-hal yang besar, karena Tuhan sering kali datang lewat suara yang digambarkan sangat lembut seperti angin sepoi-sepoi basa. Suara Allah harus dibedakan dengan suara pikiran kita sendiri. Suara Allah adalah sebuah suara yang memiliki urapan khusus dan mendatangkan damai sejahtera. Suara Allah itu umumnya berkarakteristik lemah lembut dan sangat menggugah hati kita. Inilah cara Allah yang setia membangun iman kita di dalam firmanNya.

1.B. Orang Kristen dewasa menantikan penggenapan suara Allah. Saat orang yang dewasa rohani menerima suara Allah, mereka lalu dengan setia menunggu penggenapan dari perkataan Allah tersebut dalam hidupnya. Dan Allah akan terus menuntunnya dalam waktu penantian tersebut. Salah satu contohnya kita bisa dapati bagaimana keturunan Abraham menanti penggenapan rhema yang disampaikan Allah kepada Abraham 1800 tahun sebelum kelahiran Yesus. Mereka setia menunggu hingga rhema tersebut tergenapi, yaitu saat Allah mengutus anakNya lahir melalui perawan Maria.

1.C. Cara kita mengenali suara Allah:

1.C.1. Suara Allah tidak dapat kita kenali jika kita masih mememiliki keraguan iman. Setiap kebimbangan akan firman Tuhan dapat menghalangi kita untuk mengenali suara Allah.

1.C.2. Kita bisa menguji suara Allah dengan mematuhinya. Saat kita yakin bahwa kita telah mendengar suara Allah, maka lakukan saja apa yang diperintahkan. Dengan melakukan perintahNya, kita akan tahu apakah itu benar suara Allah atau bukan.

1.C.3. Tentu saja suara Allah tidak pernah bertentangan dengan firmanNya. Apabila kita mendengar suara yang bertentangan dengan firman Tuhan, itu sudah pasti bukan suara Tuhan.


2. Rhema Allah Melalui Hamba-Nya


2.A. Rhema bisa disampaikan melalui hamba Allah. Rhema yang kita terima terkadang tidak diberikan secara langsung oleh Allah, melainkan melalui hamba-hamba-Nya. Mereka menerima rhema dari Allah yang kemudian disampaikan kepada kita. Seperti program HIC ini, Allah memberikan rhema kepada hamba-hamba-Nya yang kemudian diberikan kepada kita. Saat kita menerimanya maka kita dapat mengalami terobosan iman yang supernatural. Inilah cara kerja kuasa Allah yang ada di dalam rhema.

2.B. Rhema melalui pelayanan lima jawatan. Pelayanan lima jawatan yang adalah para rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar adalah hamba-hamba Tuhan yang dapat menyampaikan rhema kepada orang lain sesuai dengan yang tertulis di Efesus 4 : 11. Rhema-rhema melalui mereka inilah yang membangun tubuh Kristus. Dalam membangun tubuh Kristus maka rhema tidak harus selalu berbentuk nubuatan. Misalnya, seorang pengajar bisa mengimpartasikan rhema yang diterimanya lalu dituangkan melalui pengajarannya saat membangun tubuh Kristus. Seorang gembala sejati dalam tidak selamanya harus berkhotbah saat membangun iman jemaatnya. Tetapi ia bisa juga mengimpartasikan rhema yang diterimanya melalui tindakan kasih kepada jemaatnya. Dengan demikian, semua hamba Tuhan yang sudah diberikan rhema oleh Allah dapat meneruskannya kepada jemaat Tuhan agar mereka bertumbuh. Efesus 4 : 12-13menulis bahwa mereka yang dipanggil dalam lima jawatan bertanggung jawab untuk untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”


3. Belajar untuk Berdiam

Setiap orang yang berkhotbah di belakang mimbar haruslah mereka yang telah menerima rhema dari Allah untuk disampaikan kpeada jemaat Tuhan. Tanpa rhema ini, maka pesan yang disampaikan belum tentu akan membuahkan iman. Seringkali kita tergoda untuk terus menerus berkhotbah, padahal rhema dari Tuhan belum mengalir lagi. Pada saat-saat seperti ini kita harus belajar untuk berdiam, hingga saat Allah memberikan rhemaNya yang segar. Dalam program HIC ini, Tuhan sudah mengirimkan hamba-hamba-Nya yang sudah menerima rhema dari Tuhan, di mana mereka hanya berbicara saat rhema itu dinyatakan kepada mereka secara khusus. Rhema yang dinyatakan Allah tidak akan pernah gagal untuk menghasilkan iman bila dipatuhi dengan setia.


Penutup

Matius 24 : 14 “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Firman Tuhan akan disampaikan ke seluruh dunia, dan barulah Anak Allah akan datang. Allah akan memakai kita meskipun kita memiliki banyak keterbatasan. Allah tetap akan memakai kita demi melayani orang-orang dalam generasi kita. Seluruh upaya pemberitaan Injil Kerajaan Allah ini menuntut iman dari setiap orang percaya yang telah dipilihNya. Mari kita bergerak dalam iman kepada Allah, sehingga Injil sungguh-sungguh diberitakan ke seluruh dunia.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Mengapa kita harus belajar berdiam?


2. Berikan kesaksian anda saat anda menerima rhema dari seorang hamba Tuhan. Apakah rhema tersebut dari Allah? Jelaskan.