Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Iman yang Supernatural Sesi 4 dari 5


Topik Sesi 3: Cara Kerja Iman


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Ibrani 11 : 1-3 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”


Yohanes 14 : 12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”


Yohanes 17 : 22 “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Kita telah belajar dalam sesi terakhir bahwa iman itu adalah substansi Ilahi. Iman timbul melalui pendengaran, dan pendengaran akan rhema Allah. Ketika rhema itu dipraktekkan dalam suatu tindakan nyata maka rhema itu mendatangkan kuasa Tuhan Yesus, yang kita kenal sebagai iman. Tetapi iman bukan saja digambarkan sebagai suatu substansi, karena Ibrani 11 : 1 juga menulis bahwa iman juga adalah suatu bukti dari segala sesuatu yang tidak kelihatan. Bila seseorang sakit, dan lalu sembuh karena rhema yang diterimanya, maka kesembuhan itulah menjadi bukti dari iman.


1. Pengharapan Sebelum Rhema Tiba

Ada jeda waktu yang kita lalui antara saat pertama kali mendengar logos hingga kita menerima rhema. Dalam jeda waktu ini setiap orang percaya bergerak dalam ruang lingkup yang disebut sebagai pengharapan. Dengan demikian arti dari pengharapan bisa kita mengerti sebagai suatu proses yang melibatkan waktu, yakni waktu setelah Allah menyatakan firman logos kepada kita hingga saat firman itu kita terima sebagai rhema. Pada kisah wanita yang menderita pendarahan di Markus 5 : 25-34, si wanita tersebut setiap hari terus berjalan dalam pengharapan hingga saat ia bertemu dengan Yesus. Dan saat Yesus ada dalam jangkauannya dan ia menjamah jubahnya, maka ada kuasa supernatural yang ia dapatkan dalam bentuk iman.


2. Terobosan Iman dari para tokoh Alkitab

Berikut kita akan mempelajari bagaimana rhema bekerja dalam kehidupan para tokoh dan pahlawan yang ditulis di Alkitab dan menghasilkan iman yang luar biasa.


2.A. Rhema menimbulkan iman sehingga Habel untuk memberikan persembahan sesuai kehendak Allah. Ibrani 11 : 4 “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.” Ayat ini menjelaskan bahwa baik Kain dan Habel mereka bersama-sama membawakan persembahan kepada Allah. Jadi di manakan letak masalah dari Kain? Kita sudah pelajari bahwa iman datang dari pendengaran akan rhema Allah. Allah saat itu memiliki hubungan dengan Kain dan Habel, dan dalam hubunganNya ini Allah berkomunikasi dengan mereka. Dalam pemahaman tentang persembahan, biasanya dimengerti bahwa persembahan kepada Allah haruslah berupa persembahan korban darah. Dalam hal ini diduga Kain menolak rhema dari Allah, ia tidak mau datang kepada Habel untuk meminta domba-dombanya, dan memutuskan untuk memberikan persembahan dari hasil bumi yang ia miliki saja. Dan pada saat persembahannya ditolak Allah ia menjadi marah dan kemudian membunuh Habel. Tetapi sebaliknya Habel memberikan persembahan sesuai dengan karena rhema yang ia terima, yang menyebabkan persembahannya itu diterima oleh Allah.

2.B. Rhema menimbulkan iman Nuh untuk membangun bahtera atas perintah Allah. Ibrani 11 : 7 “Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.” Allah berbicara kepada Nuh untuk membangun sebuah bahtera. Hal ini bukan keinginan dari pemikiran Nuh sendiri. Orang-orang di sekitar Nuh tentunya mempertanyakan mengapa ia membangun bahtera tersebut. Tetapi Nuh berkata kepada mereka bahwa Tuhan akan menurunkan air dari langit dan memusnahkan manusia. Allah berbicara kepada Nuh dan dia melakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan kepadanya. Pada akhir dari Ibrani 11 : 7 dikatakan bahwa Nuh ”menerima kebenaran sesuai dengan imannya.” Bagi kita, kebenaran ini tiba saat kita mendengarkan rhema dan melakukannya dengan tindakan nyata, sama seperti dengan apa yang Nuh lakukan.

2.C. Rhema menimbulkan iman Abraham taat pada perintah Allah. Ibrani 11 : 8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” Allah berbicara kepada Abraham, dan Abraham taat meresponi Allah sehingga Abraham disebut bapak orang beriman.

2.D. Rhema menimbulkan iman Sara untuk beroleh keturunan. Ibrani 11 : 11 “Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.” Sara sempat tertawa pada saat pertama kali ia mendengar bahwa ia akan mengandung seorang anak, karena usianya sudah terlalu tua. Oleh karena itulah anaknya diberi nama Ishak, yang artinya adalah “dia yang tertawa.” Tetapi meskipun demikian Ibrani 11 : 11 menegaskan bagaimana Sara kemudian percaya dan beroleh kekuatan, karena ia menganggap Allah yang memberikan janji itu setia.

2.E. Rhema menimbulkan iman Ishak untuk memberkati Yakub dan Esau. Ibrani 11 : 20 “Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.” Ishak memberkati kedua putranya karena Allah telah mengatakan bahwa berkat Abraham akan terus kepada dia dan keturunannya. Kejadian 26 : 24 “Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu." Tindakan Ishak untuk memberkati putranya itu sejalan dengan rhema yang ia terima dari Allah, meskipun ia salah memberikannya kepada Yakub. Tetapi kesalahan ini terjadi sesuai kehendak Allah, karena Ishak mengabaikan sebagian dari rhema Allah sebelum Esau dan Yakub dilahirkan, di mana Allah sudah menyatakan bahwa putra yang tua akan melayani yang muda. Kejadian 25 : 23 “Firman TUHAN kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." Tetapi Ishak lebih menyukai hal-hal lahiriah tentang Esau dan bagaimana Esau menyediakan makanan yang ia gemari. Ishak tidak memberikan contoh seseorang dengan iman yang dewasa. Oleh sebab itu Alkitab tidak membahas kisah Ishak sebanyak Alkitab membahas tentang Abraham dan Yakub. Tetapi Ribka, istri dari Ishak, mendengarkan dan menaati rhema Allah, dan dengan tindakannya Yakub menerima berkat yang seharusnya diberikan kepada Esau, sejalan dengan kehendak Allah.

2.F. Rhema menimbulkan iman Yakub untuk memberkati kedua anak Yusuf. Ibrani 11 : 21 “Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.” Berbeda dengan Ishak, Yakub mengetahui dan melaksanakan kehendak Allah agar dia memberkati putra Yusuf yang muda lebih daripada yang tua. Secara fisik Kedua-duanya buta. Yakub memberikan contoh iman yang dewasa pada saat ia memberkati anak-anaknya Yusuf. Ia menyilangkan tangannya di mana tangan kanannya diletakkan untuk memberkati anak Yusuf yang lebih muda. Baik Yakub dan Ishak keduanya sudah tidak dapat melihat saat memberikan berkat. Tetapi Yakub mendengarkan suara Tuhan dan dapat membedakan apa yang benar.

2.G. Rhema menimbulkan iman yang menyelamatkan Musa yang masih bayi. Ibrani 11: 23 “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.” Di sini kita mendapati bahwa rhema itu tidak selalu datang dalam bentuk pendengaran rohani. Orang tua musa menerima rhema saat mereka melihat Musa yang masih bayi ini elok rupanya. Mereka melihat sesuatu di dalam roh, suatu pernyataan yang melebihi apa yang terlihat secara fisik. Demikianlah pernyataan rhema dapat diterima dengan berbagai panca indra rohani, misalnya penciuman rohani atau saat seseorang mengecap kebaikan Tuhan di Mazmur 34 : 9 “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”

3. Yesus Sebagai Teladan Iman Sejati.

Ibrani 12 : 2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Yesus adalah teladan iman yang sempurna. Telinganya selalu terbuka, mendengar setiap perkataan rhema dari Bapa, dan Dia hidup di dalam rhema tersebut. Matius 4 : 4 menulis perkataan Yesus yang berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap rhema Allah.


3.A. Yesus bertindak sesuai rhema atau perintah Bapa. Yohanes 5 : 30 “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.” Semua yang dilakukan Yesus dimulai dengan mendengar lebih dahulu apa yang dikatakan Bapa melalui Roh Kudus. Yohanes 14 : 10 “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.” Yesus melakukan semua pekerjaan-pekerjaan yang ajaib itu melalui pendengaran itu dari rhema Allah Bapa.

3.B. Cara kita meneladani Yesus. Kita bukanlah Putra Allah yang tunggal, kita bukanlah pencipta dunia, matahari, tumbuh-tumbuhan, binatang dan planet-planet. Tetapi sekarang kita juga bisa mendengarkan rhema Allah sama seperti yang Yesus telah teladani. Kita juga bisa melakukan berbagai pekerjaan yang dipenuhi kuasa Allah melalui iman yang kita terima dari rhema, sama seperti yang Yesus telah lakukan. Yohanes 14 : 12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.” Yesus pergi kepada Bapa untuk membuka jalan supaya kita bisa mendengarkan rhema Allah dan menindaklanjuti dengan tindakan nyata.


4. Iman kepada Yesus


4.A. Yesus Memberikan Jawaban Doa Melalui Rhema. Yohanes 15 : 7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Bila kita mengijinkan rhema itu menguasai hidup kita maka Yesus pasti memberikan segala sesuatu yang kita kehendaki.

4.B. Yesus yang terus memastikan iman kita tetap kokoh. Yesus berkata kepada Petrus di Lukas 22 : 32 “tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." Dengan cara yang sama Yesus terus bersyafaat bagi kita dari sorga agar iman kita juga tidak gugur (Roma 8 : 34).


4.C. Yesus memberikan kemuliaan dari Allah Bapa. Yohanes 17 : 22 “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.” Yesus memberikan kemuliaan dan bahkan segala sesuatu yang Ia terima dari Allah Bapa kepada gerejaNya. Yesus tidak akan menahan berkat apapun, dan memastikan kita menerima semua janji-janjiNya.

4.D. Domba-domba Yesus mendengar suaraNya. Yohanes 10 : 27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Ayat ini tidak mengatakan hanya para murid sekolah teologi atau para pendeta saja yang mendengarkan suara Yesus. Yesus ingin semua dari kita yang adalah domba-dombaNya mendengarkan rhemaNya dan bergerak dalam iman yang supernatural.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Apa saja yang orang percaya harus lakukan agar setiap firman Allah bisa diterima sebagai rhema yang menimbulkan iman?


2. Yohanes 15 : 7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Berikan tafsiran anda tentang arti ayat firman ini.