Program Harvest Internasional Curriculum


Trimester 5


Hubungan Kristus Sesi 7 dari 7


Topik Sesi 7: Sebesar Apakah Yesus Dalam Hidup Kita?

Bagian 1: Daftar Ayat Renungan


Kisah Para Rasul 1: 4 “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — "telah kamu dengar dari pada-Ku.”


Bagian 2: Topik Kuliah


1. Kilas Balik Sesi Hubungan Kristus Sebelumnya

Semua yang dibahas dalam sesi ini dapat ditemukan dalam Kisah Para Rasul 1: 1-4. Kisah Para Rasul memulai kisah-kisah pelayanan para rasul. Tetapi Kisah Para Rasul ini sesungguhnya belum selesai, karena kitab ini diteruskan oleh pelayanan kita sebagai orang percaya. Berikut kita meninjau kembali apa yang sudah kita pelajari dari sesi 1 sampai 6.

Sesi 1: Yesus teladan kita.

Sesi 2: Yesus inspirasi kita.

Sesi 3: Respon kita akan rancangan Allah.

Sesi 4: Tindakan orang yang dipercayakan Injil.

Sesi 5: Kredibilitas orang percaya.

Sesi 6: Kredibilitas Kekristenan.


2. Pewahyuan Hubungan Kristus di Perjanjian Baru

Bisa dikatakan bahwa pewahyuan terbesar dalam Perjanjian baru adalah hubungan Kristus. Dan yang diinginkan oleh Yesus bagi kita adalah agar kita belajar dan mengajar Injil. Dan saat kita mengajarkan Injil ada 4 pokok pemberitaan yang mutlak harus disampaikan dalam pengajaran Injil:


2.A. Ciptaan Allah. Dunia memiliki banyak konsep tentang dari mana asal mereka. Di Papua Nugini, ada suku yang percaya bahwa manusia itu berasal dari buaya. Agama-agama dunia juga memiliki beragam pendapat tentang dari mana manusia berasal. Tetapi kebenaran yang paling agung hanya didapati dari Alkitab yang menyatakan bahwa manusia adalah ciptaan dari Allah yang Maha Kuasa, Sang pencipta langit dan bumi. Kebenaran ini menempatkan kehormatan manusia yang sesungguhnya di antara alam semesta. Dari kebenaran ini kita bisa memahami bahwa Allah itu sangat baik bagi manusia, dan karena Allah itu sangat baik maka manusia harusnya termotivasi untuk mengikuti sifat dan karakter Allah.

2.B. Penyesatan setan. Siapakah penyebab utama masalah bagi umat manusia? Banyak manusia menanyakan, bila Allah itu ada maka mengapa terjadi begitu banyak bencana dan kesengsaraan di tengah umat manusia? Dengan demikian dunia selama ini suka menyalahkan Allah atas segala masalah yang umat manusia hadapi. Dalam kebenarannya, setanlah yang telah merusak ciptaan Allah, dan menyebabkan berbagai penderitaan bagi mereka. Tetapi setan itu adalah bapa segala pendusta, sehingga ia memutar-balikkan kebenaran dengan berbagai tipuan. Namun kita harus bongkar semua dusta-dusta dari si setan ini, dan kita beritakan kepada umat manusia kabar baik Injil, bahwa Allah sangat mengasihi mereka.

2.C. Substitusi Kristus atau penggantian Kristus. Allah menganugerahkan Yesus, PutraNya, sebagai penebus umat manusia. Semua penderitaan yang dialami umat manusia dalam perbudakan setan telah dibayar lunas oleh Kristus di kayu salib. Yesus membayar semua kesalahan-kesalahan umat manusia, membebaskan kita dari kerajaan gelap, sakit penyakit, dari kebencian, kedagingan, dan juga dari setiap perbuatan jahat. Bagi mereka yang percaya kepadaNya maka mereka akan diangkat bersama-sama dengan Yesus.

2.D. Pemulihan diri. Mereka yang ditebus oleh Yesus sekarang bisa mengikuti sifat-sifat Yesus yang menjadi panutan mereka. Mereka dipulihkan dengan Bapa melalui penebusan Kristus begitu sempurnanya seolah-olah mereka tidak pernah berdosa. Sekarang setiap orang percaya bisa menjadi seperti Yesus.



3. Seberapa Besar Yesus ada Dalam Diri Kita.

Berikut adalah kesaksian pribadi dari pastor Osborn dalam awal pelayanan beliau hingga ia menerima pengertian yang baru akan firman Tuhan. Kisah Para Rasul 1: 4 “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — "telah kamu dengar dari pada-Ku.” Setiap dari kita seringkali harus melalui suatu proses penantian yang bertujuan untuk mengajar kita hingga saat kita siap dipakai oleh Tuhan dalam pelayananNya yang membesarkan nama Yesus.


3.A. Pelayanan awal pastor Osborn. Pastor Osborn dengan istrinya sudah melayani sebagai penginjil sejak masa mudanya mereka. Mereka melayani di banyak gereja dan tempat. Mereka adalah penginjil pentakostal yang tradisional. Mereka mempraktekkan semua karunia-karunia Roh dalam pelayanannya. Lalu kemudian mereka pergi ke India dan memulai pelayanan di sana. Mereka melakukan hal yang sama di India, tetapi tidak terjadi perkembangan pelayanan yang berarti di sana.

3.B. Kegagalan pelayanan di India. Pastor Osborn berasal dari daerah pertanian di Amerika, dan tidak memahami banyak tentang keadaan di luar negri, apa lagi di India. Tetapi mereka sangat rindu untuk memenangkan jiwa-jiwa. Setibanya di India, mereka banyak berhubungan dan berkomunikasi dengan penduduk lokal, dan mereka sangat baik terhadap keluarga pastor Osborn. Orang India memiliki banyak dewa, bahkan mereka menghabiskan banyak waktu mereka untuk mencari berbagai dewa-dewa untuk disembah. Mereka sangat mau tahu tentang apapun yang bisa menghubungkan mereka dengan para dewa-dewa. Mereka lalu banyak bertanya kepada pastor Osborn untuk menunjukkan siapa Yesus itu dan membuktikannya. Maka dengan senang hati pastor Osborn membuka Alkitabnya. Tetapi mereka segera mempertanyakan mengapa Alkitab tersebut disebut sebagai firman Tuhan, sebab orang Hindu dan Islam pun juga memiliki buku mereka yang mereka akui memuat pesan ilahi. Pastor Osborn lalu menyadari bahwa ia belum siap untuk menghadapi orang-orang ini, dan ia sadar bahwa ia tidak kredibel atau tidak dapat dipercaya oleh mereka.

3.C. Kembali ke Amerika. Setelah itu pastor Osborn kembali ke Amerika dengan patah semangat karena gagal mengembangkan pelayanannya di India. Mereka lalu melayani di Amerika menjadi gembala dari sebuah gereja. Tetapi mereka sangat rindu untuk menyaksikan mujizat Allah. Mereka mencari berbagai hamba Tuhan yang memiliki kuasa mujizat, tetapi selalu gagal menjumpai hamba-hamba Tuhan tersebut. Suatu hari pastor Osborn dan istrinya berkesempatan untuk menghadiri kebaktian yang dipimpin oleh Hetty Hammond. Hetty Hammond adalah salah satu pengkhotbah wanita yang terkenal dari gereja Assemblies of God. Hetty Hammond berkhotbah bahwa bila seseorang pernah bertemu Yesus, maka orang tersebut tidak akan pernah sama lagi. Pastor Osborn dan istrinya menangis saat mendengarkan pesan hamba Tuhan tersebut. Mereka lalu pulang ke rumahnya malam itu.

3.D. Perjumpaan dengan Yesus. Keesokan harinya pada pukul 6 pagi, Yesus datang dan berjalan masuk ke ruangan kamar tidur dari pastor Osborn. Ia tidak berjalan di atas lantai, tetapi melayang di udara. Matanya bersinar dengan sinar api berwarna biru yang penuh dengan kasih. Pastor Osborn tidak bisa bergerak seperti orang mati. Air matanya mengalir begitu deras, tetapi ia tidak sedang menangis. Pengalaman itu terlalu besar untuk dialami tubuh fisiknya. Pastor Osborn terbaring di lantai hingga jam 3 siang. Setelah itu pastor Osborn memiliki keyakinan bahwa ia tidak lagi sedang mewartakan agama yang mati, tetapi mewartakan Kristus yang hidup. Sebelum perjumpaannya dengan Yesus, pastor Osborn sudah menjadi seorang hamba Tuhan populer dengan kedudukan di gereja yang tinggi. Tetapi setelah perjumpaan ilahi ini, semua posisi dan popularitas tidak lagi berarti bagi pastor Osborn.

3.E. Perjumpaan kedua dengan Yesus. Di kemudian hari pastor Osborn menghadiri ibadah KKR di sebuah auditorium besar yang dilayani oleh seorang hamba Tuhan yang berbicara dengan lemah lembut. Sebagai seorang pentakostal, pastor Osborn selalu terbiasa dengan melayani dengan suara keras, terlebih lagi saat pelayanan pelepasan. Tetapi hamba Tuhan yang ia saksikan melayani kesembuhan dan mengusir kuasa setan dengan suara yang lemah lembut, dan ia menyaksikan bagaimana seorang anak bisu tuli disembuhkan secara ajaib. Pastor Osborn melihat Yesus ada dalam diri si hamba Tuhan tersebut.

3.F. Mengejar pengertian baru akan firman Tuhan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman ini, pastor Osborn dan kawan-kawannya kembali membuka Alkitab mereka. Mereka membuat kesepakatan bahwa kali ini mereka akan membaca ulang Alkitab seperti seolah mereka belum pernah membacanya. Mereka akan mempercayai semua apa yang tertulis dalam firman Tuhan, dan mereka akan melakukan semua sesuai dengan apa yang tertulis. Pada saat itu pastor Osborn mengalami perjumpaan ketiga dengan Yesus, yaitu saat ia mulai membuka dan membaca kembali Alkitab dengan sikap yang berbeda.

3.G. Memulai pelayanan kesembuhan. Sesudahnya, pastor Osborn dan kawan-kawannya mengundang orang-orang melalui surat kabar dan radio, mengumpulkan orang-orang yang membutuhkan kesembuhan, dan memulai ibadah KKR kesembuhan. Pada ibadah KKR kesembuhan itu orang-orang yang perlu kesembuhan berdatangan begitu banyak, banyak dari mereka yang bertobat, dan mereka menerima kesembuhan. Allah itu begitu baik sehingga semua yang pastor Osborn dan kawan-kawannya sentuh itu dijamah dan disembuhkan oleh Allah. Pada saat inilah pastor Osborn mengalami perjumpaan keempat dengan Yesus, yaitu saat ia melihat Yesus ada bersama dengan dia dan kawan-kawannya.

3.H. Pelayanan ke Jamaika. Setelah itu pastor Osborn dan kawan-kawannya menjual semua milik mereka dan mereka pergi melayani ke Jamaika selama 13 minggu. Di sana 135 orang bisu tuli disembuhkan, 90 orang buta dicelikkan, ratusan orang lumpuh disembuhkan, dan orang-orang sampai terkagum-kagum atas kejadian ini. Tetapi orang-orang di Amerika tidak mempercayai kesaksian ini.

3.I. Kembali melayani di Amerika. Sekembalinya di Amerika, pastor Osborn berkhotbah di auditorium, di hadapan sekitar 5000 orang. Pada saat pastor Osborn berkhotbah Allah bertanya kepada pastor Osborn, sebesar apakah Aku bisa di dalammu? Apakah Aku sebesar satu orang yang sembuh, dua orang, lima orang, sepuluh orang, atau semua orang yang hadir? Pastor Osborn mengamini semuanya. Sesudah itu ia memanggil 54 orang yang bisu tuli dari para hadirin, lalu ia mengucapkan satu doa untuk semuanya, dan setiap dari mereka satu per satu disembuhkan secara ajaib. Di sini Yesus mengajar kepada pastor Osborn, sebesar apa Yesus bisa berkembang di dalam pelayanannya. Setelah itu pastor Osborn mulai melayani dengan keliling dunia. Setiap tempat yang berkata bahwa mujizat itu mustahil, maka pastor Osborn dengan timnya datang.


Penutup

Sebesar apakah Yesus bisa bertumbuh di dalam hidup kita? Kita harus merenggangkan semua bagian dari hidup kita, dan percaya sepenuhnya kepadaNya. Tidak ada yang mustahil pada saat kita mempercayai semua yang Allah firmankan, karena Allah mengasihi kita. Kita juga adalah orang-orang pilihanNya yang akan disertaiNya hingga akhir jaman.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Sebutkan kembali dengan kata-kata anda sendiri, 4 pokok pemberitaan yang mutlak harus disampaikan dalam pengajaran Injil.


2. Setelah mendengarkan kesaksian pastor Osborn, jelaskan seberapa besarkah Kristus bisa ada di dalam hidup anda?