top of page

Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Hubungan Kristus Sesi 4 dari 7


Topik Sesi 4: Tindakan Orang yang Dipercayakan Injil



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Kisah Para Rasul 1 : 1-4 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.”

Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Semua materi pengajaran Hubungan Kristus ini dilandaskan pada Kitab Kisah Para Rasul pasal 1 : 1-4. Sebenarnya Kitab Kisah Para Rasul ini lebih cocok apabila disebut sebagai Kisah Para Pengikut Yesus. Ada empat kitab yang mencatat tentang kehidupan Yesus, yaitu keempat kitab Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Kemudian dilanjutkan dengan Kitab Kisah Para Rasul, yang merupakan kitab yang menceritakan kisah para pengikut Yesus.


Materi Hubungan Kristus sesi ketigamembahas apa respon kita saat Yesus memberikan perintahNya. Setiap perintah selalu bisa dijawab dengan ya atau tidak, ditaati atau tidak ditaati. Kita bisa meresponi perintah Allah dengan menentang, dengan tidak tertarik, tidak mentaati, atau meragukan perintahnya. Tetapi sebaliknya, kita juga bisa mentaati perintah itu dengan gembira, sebab dengan sukacita kita percaya akan perintah tersebut.


1. Yesus Memberi Perintah kepada Orang PilihanNya

Kisah Para Rasul 1 : 2b berkata “Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.” Di sini sebenarnya Yesus memberikan perintah bukan hanya kepada para rasul tetapi kepada orang banyak. Ada banyak referensi yang menyatakan bahwa Yesus memberikan perintah kepada sekitar 120 orang dan bukan hanya kepada para rasul. Istilah “yang dipilih-Nya” menunjuk kepada kita umat pilihan-Nya, dan ini membuktikan bahwa:

1.A. Ia mempercayai kita, dan Ia mau kita menjadi bagian dalam Kerajaan Allah. Bila kita dipilih, ini tidak hanya berarti kita punya tanggung jawab untuk mematuhi perintah-Nya, tetapi lebih dari itu kita memiliki hak istimewa dan kehormatan untuk menjadi bagian dalam rencana Allah.

1.B. Ia memberikan kita martabat.

1.C. Ia memberikan kita keberanian.


2. Yesus Selalu Menyertai Orang PilihanNya

Matius 28 : 19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."” Saat kita meresponi panggilan Yesus, sebenranya Yesus yang tinggal di dalam kitalah yang melakukan pekerjaanNya. Memang anggota tubuh kita yang melakukan pekerjaannya, seperti menumpangkan tangan pada orang sakit. Tetapi Yesus-lah yang menyembuhkan. Mulut kita yang berkata-kata dalam doa, tetapi kuasa Yesus yang membawa kehidupan. Kaki kita berjalan dari kota ke kota untuk mewartakan kabar baik, tetapi Yesus-lah yang mengerjakan kuasa yang indah. Telinga kita mendengarkan keluh kesah dari orang-orang, tetapi hati Yesus-lah yang tergerak dengan belas kasihan sehingga Ia menolong, menyembuhkan, dan memulihkan mereka.


3. Ayat-Ayat Firman yang Meneguhkan Panggilan bagi Orang-Orang Pilihan

Berikut adalah beberapa bagian dari firman Tuhan yang meneguhkan orang-orang pilihan Allah.


3.A. Kisah Para Rasul 1 : 8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kuasa yang dianugerahkan oleh Yesus diperuntukkan bagi orang-orang pilihan yang bersedia menjadi saksi Yesus.

3.B. 2 Korintus 5 : 19 “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” Saat Yesus mati di kayu salib, Ia telah memikul dosa-dosa dari seluruh umat manusia. Berarti dosa dari seluruh umat manusia telah dibayar lunas, karena setiap dosa telah dibebankan kepada Yesus. Tetapi dunia tidak memahami ini. Bila dunia tidak mengetahui ini, maka dunia tidak bisa mempercayainya, dan bila dunia tidak mempercayainya maka mereka akan terus hidup dalam kesesatan. Inilah yang menjadi panggilan dan misi kita. Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa Allah telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kita, membuat kita sebagai utusan-utusan dari Kristus. Bila kita sungguh menyadari betapa Allah mempercayai kita untuk menjadi utusanNya maka kita akan benar-benar menghargai panggilan ini.

3.C. Markus 3 : 14-15 “Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.” Yesus memulai pelayananNya dengan dua belas orang, dan kemudian jumlah ini bertambah menjadi 70 orang. Tetapi setelah Yesus naik ke sorga maka kita semua bisa menjadi murid Kristus. Apa yang Yesus berikan kepada 12 murid pertamaNya itu sama dengan apa yang Yesus berikan kepada kita pada saat ini. Dan sebagaimana 12 murid pertama ditetapkan untuk menyertai Yesus, maka kita pun juga telah ditetapkanNya untuk menyertai Yesus pula, untuk tujuan memberitakan Injil. Demikian juga kuasa yang diberikan kepada 12 murid pertama itu sama dengan kuasa yang Yesus berikan kepada kita sekarang.

3.D. Matius 10 : 7-8 “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Sebelum ayat ini, di Matius 10 : 1 ditulis “Dan, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa atas roh-roh najis untuk mengusir roh-roh itu dan untuk menyembuhkan segala macam penyakit maupun segala macam kesakitan.” Berarti kuasa yang diberikan Yesus kepada kita menuntut banyak sekali tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang pilihan Allah, antara lain: pergi, beritakan, sembuhkan, bangkitkan, tahirkan, usir setan.


4. Bertindak dalam Rencana Allah

Saat kita memahami bahwa Allah telah memberikan kita kepercayaanNya, maka sekaranglah saatnya bagi kita untuk segera bertindak. Berikut adalah salah satu kesaksian dari pengajar topik ini, Doktor T. L. Osborn, tentang bertindak dalam rencana Allah:


4.A. Sakit penyakit dapat diakibatkan oleh iblis. Doktor T. L. Osborn mendapati saat ia mulai melayani bahwa iblis menyebabkan banyak sakit penyakit yang membuat orang-orang menderita. Beliau juga sebelumnya adalah orang yang takut sakit dan juga takut akan iblis. Untuk bisa menaklukkan tantangan ini maka Doktor T. L. Osborn menemukan kebenaran tentang bagaimana orang percaya telah diberikan kuasa atas iblis dan segala sakit penyakit.

4.B. Tetapi ada juga sakit penyakit yang tidak disembuhkan Allah. Doktor T. L. Osborn saat itu berpikir alangkah indahnya bila ia yang telah diberikan kuasa ini membuat semua orang sembuh. Tetapi pada kenyataannya ada sakit penyakit yang tetap ada seijin dari Allah untuk tujuan kemuliaanNya. Rasul Paulus adalah salah satu contoh di mana Allah tidak menyembuhkan.

4.C. Yang terpenting adalah melakukan kehendak Allah. Doktor T. L. Osborn sekarang menyadari bahwa sakit penyakit yang disembuhkan dan yang tidak disembuhkan keduanya ada dalam kedaulatan kehendak Allah. Tetapi Doktor T. L. Osborn juga memahami bahwa kehendak Allah adalah bagi dia untuk mengusir setan, dan kehendak Allah adalah bagi dia untuk menyembuhkan orang-orang melalui kuasa Yesus.

4.D. Kehendak Allah menuntut tindakan nyata. Doktor T. L. Osborn dengan istrinya lalu berdoa puasa sebelum melakukan suatu KKR kesembuhan pertamanya. Beliau berdoa kepada Allah agar saat ia melayani nanti Allah bersedia menyembuhkan orang-orang yang dilayaninya. Rupanya ini adalah salah satu bentuk doa yang salah, sebab ia mendoakan sesuatu yang Allah mau lakukan. Di samping itu, kerinduan Allah untuk menyembuhkan orang-orang itu jauh lebih besar daripada kerinduan Doktor T. L. Osborn sendiri untuk menyembuhkan. Allah berkata kepada Doktor T. L. Osborn agar ia lakukan saja bagian dia, di mana Allah sudah pasti melakukan bagianNya.


5. Panutan Pelayanan Rasul Paulus

Paulus langsung menginjil menyusul pertobatannya. Penginjilan Paulus segera membuat orang orang Yahudi di Damaskus marah sebab khotab-khotbahnya penuh kuasa dan orang Yahudi tidak bisa membuktikan bahwa Yesus bukanlah Mesias. Setelah itu demi keselamatannya, terpaksa Paulus diturunkan dari tembok kota dalam sebuah keranjang. Lalu ia pergi ke Yerusalem untuk mencoba bergabung dengan para murid lainnya untuk sesaat waktu, sebelum ia pergi ke tanah Arab.

5.A. Paulus tergerak untuk menginjil kepada orang-orang non-Yahudi. Di Galatia 1 : 17 Paulus menjelaskan bahwa ia lalu pergi ke tanah Arab untuk merenungkan kembali firman Tuhan dari Musa dan para nabi. Paulus lalu menerima pengertian di mana firman mengatakan bahwa saat Juruselamat datang maka Ia akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa (Yesaya 49 : 6). Pada saat itu orang-orang Yahudi tidak ada yang tertarik untuk menjangkau bangsa-bangsa non-Yahudi. Paulus segera menyadari saat itu bahwa pesan Injil haruslah diwartakan kepada seluruh bangsa non-Yahudi juga.

5.B. Paulus yakin ia telah dipercayakan Allah untuk menjangkau orang-orang non-Yahudi. Di 1 Timotius 1 : 11 Paulus berkata bahwa Injil dari Allah yang mulia telah dipercayakan kepadanya. Karena tindakan rasul Paulus dalam rancangan Allah ini, maka kita sekarang bukan saja dapat mengenal Kristus, tetapi juga menyadari bahwa semua dari kita telah dipercayakan Injil yang mulia ini untuk menjadi suara Allah dalam mewartakan Injil.

5.C. Apakah kita bisa mengikuti jejak rasul Paulus? 1 Timotius 1 : 12-13 “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku — 13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.” Ayat ini seharusnya menjadi kesaksian dari kita orang percaya, yang sebelumnya adalah orang berdosa, tetapi telah dipercayakan suatu pelayanan mulia oleh Yesus.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Ayat firman Tuhan mana yang selama ini meneguhkan anda sebagai orang pilihan Allah yang telah dipercaya untuk mengabarkan Injil kabar baik? Jelaskan mengapa.

2. Jelaskan kembali mengapa rencana Allah menuntut tindakan nyata dari orang-orang pilihanNya? Mengapa Allah tidak melakukannya sendiri saja?

bottom of page