Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Hubungan Kristus Sesi 1 dari 7


Topik Sesi 1: Yesus Teladan Kita


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan


Kisah Para Rasul 1 : 1 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus.”


Kisah Para Rasul 3 : 16 “Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.”


Roma 1 : 16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”


Kisah Para Rasul 17 : 2-3 “Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. 3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."”


Bagian 2: Topik Kuliah


Informasi Pengajar.

Pengajaran tentang Hubungan Kristus ini diajarkan oleh Doktor T. L. Osborn. Beliau adalah seorang penginjil dan misionaris yang terkenal akan berbagai pelayan KKR Kesembuhan yang dihadiri hingga jutaan orang. Ia dengan istrinya memiliki pusat pelayanan di Tulsa, Oklahoma pada tahun 1949. Bersama-sama mereka memproklamirkan Injil bagi jutaan orang yang tak terjangkau di lebih dari 90 negara-negara selama pelayanan penginjilan dan misionaris selama lebih dari setengah abad. Pelayanan mereka telah memproduksi video dalam 70 bahasa, dan mensponsori lebih dari 30.000 misionaris yang menginjil ke suku dan desa-desa tak terjangkau. Dari pelayanan mereka ada 150.000 gereja-gereja baru dibangun.


Pendahuluan

Hubungan Kristus adalah konsep yang paling mendasar dalam iman Kristen. Hubungan ini adalah hubungan yang ajaib. Kristus yang kita sembah adalah pribadi yang ajaib. Tanpa hadirnya keajaiban maka Kekristenan hanya merupakan salah satu agama yang mati, yang hanya berisikan berbagai dogma dan upacara. Dalam seri pengajaran ini kita akan membahas landasan-landasan tentang keajaiban Kekristenan. Dan sepanjang seri pengajaran ini kita akan memusatkan diri pada Kitab Kisah Para Rasul.

1. Pembahasan Kitab Kisah Para Rasul


1.A. Kitab Kisah Para Rasul masih terus berlanjut. Kitab ini meneruskan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, dengan mengisahkan bagaimana pengikut Kristus meneruskan apa yang Yesus perintahkan. Banyak kitab-kitab di Perjanjian Baru, seperti Kitab Roma, Galatia, 1 Korintus, dan Filipi diakhiri dengan kata “amin” pada tulisan ayat terakhirnya. Tetapi Kitab Kisah Para Rasul tidaklah demikian sebab Kitab Kisah Para Rasul masih terus berlangsung untuk waktu yang terus menerus. Hingga kini, kita semua masih melanjutkan kisah-kisah apa yang telah dimulai oleh para rasul pada jaman itu.

1.B. Dalam Kitab Kisah Para Rasul, Kristus adalah model bagi setiap orang percaya. Pola kehidupan orang percaya meneruskan apa yang telah dimulai oleh Kristus. Setiap generasi memiliki tanggung jawab ini. Tuhan ingin agar semua orang dapat melihat Kristus melalui kehidupan orang percaya. Kitalah yang menjadi orang-orang pilihan Tuhan untuk melanjutkan kitab Kisah Para Rasul ini. Dan cara melakukannya adalah dengan mengikuti teladan Kristus dalam segala hal.

1.C. Kristus adalah dasar pemberitaan Injil. Selain menjadi model orang percaya, Kristus juga adalah dasar dari pemberitaan Injil. Gereja mula-mula di jaman Kisah Para Rasul mendapati, bahwa Allah dapat ditemukan di dalam diri Yesus. Mereka melepaskan tradisi atau pandangan lama mereka tentang siapa Allah itu karena dalam Yesus mereka menemukan Allah yang penuh dengan kasih. Pewahyuan ini mengubah kehidupan mereka sepenuhnya dan ini menjadi dasar pemberitaan Injil gereja mula-mula.

2. Pesan Hari Pentakosta oleh Petrus adalah Kesaksian tentang Yesus. Kisah Para Rasul 2 : 22-24 “Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu 23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. 24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.” Pada hari Pentakosta, Injil diwartakan secara lantang oleh Petrus, dan pusat pemberitaan itu menunjuk pada Kristus. Hal ini sudah dinubuatkan oleh Yesus bahwa pesan dari Roh Kudus adalah Yesus itu sendiri.


2.A. Roh Kudus akan bersaksi tentang Yesus. Yohanes 15 : 26 “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.”

2.B. Roh Kudus akan memberitakan Yesus. Yohanes 16 : 14-15 “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. 15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."


3. Semua Kuasa, Tanda, dan Mujizat Menyaksikan Kebangkitan Yesus. Di Kitab Para Rasul, nama Yesus pertama kali dipergunakan oleh Petrus untuk mujizat kesembuhan orang lumpuh. Petrus berkata di Kisah Para Rasul 3 : 6 “…Dalam nama Kristus Yesus orang Nazaret itu, bangun dan berjalanlah!" Pola pelayanan dan kesembuhan dalam nama Yesus belum pernah terjadi sebelumnya.


3.A. Penyembuhan dalam nama Yesus membuktikan Yesus sungguh telah bangkit. Iman Petrus berpusat hanya pada Yesus. Jika Yesus telah mati, maka tidak mungkin kuasanya masih tersedia. Tetapi jika Yesus itu bangkit, maka ini berarti Ia masih memiliki kuasa sebagaimana ia memilikinya dulu sebelum Ia disalibkan. Petrus lalu menjelaskan lebih lanjut di Kisah Para Rasul 3 : 16 “Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.”

3.B. Pesan utama dari mujizat dalam nama Yesus adalah keselamatan oleh Yesus. Setelah kisah kesembuhan tersebut, lalu rasul Paulus mewartakan pesan utamanya di Kisah Para Rasul 4 : 12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Ini berarti dalam semua pelayanan yang kita lakukan dalam nama Yesus maka semuanya itu harus berujung pada warta keselamatan oleh Yesus Kristus.

3.C. Demonstrasi kuasa Yesus bertujuan untuk memberi kesaksian tentang Yesus. Kisah Para Rasul 4 : 33 “Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” Para rasul melayani orang-orang dengan berbagai mujizat dan kesembuhan yang nyata, tetapi semua demonstrasi kuasa ini hanya bertujuan untuk menyaksikan bagaimana Yesus telah bangkit. Hal ini mengajarkan pada kita bahwa saat kita diurapi oleh kuasa Roh Kudus, ini bertujuan untuk memberi kesaksian akan Yesus dan kebangkitanNya.

3.D. Filipus memberitakan Yesus. Secara konsisten Filipus selalu membertakan Kristus ke manapun ia pergi dengan tanda-tanda ajaib. Kisah Para Rasul 8 : 5 “Filipus turun ke suatu kota di Samaria dan memberitakan tentang Kristus. 6 Dan, orang banyak dengan sehati memperhatikan apa yang Filipus katakan ketika mereka mendengar dan melihat tanda-tanda ajaib yang ia lakukan. 7 Sebab, roh-roh jahat keluar dari orang-orang yang dirasukinya, sambil berteriak dengan suara keras, serta banyak orang lumpuh dan pincang yang disembuhkan. 8 Karena itu, ada sukacita besar di kota itu.” Setelah kisah ini, Roh Kudus mengarahkan Filipus untuk melayani seorang sida-sida dari Etiopia, dan Filipus pun memberitakan Kristus kepadanya. Kisah Para Rasul 8 : 35 “Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.”

3.E. Saulus segera memberitakan Yesus sesudah ia dipulihkan. Saulus mengalami perjumpaan dengan Yesus dan menjadi buta ketika ia beritikad untuk pergi ke Damsyik untuk menganiaya orang percaya. Setelah dilayani oleh Ananias dan penglihatannya pulih secara ajaib, hal pertama yang dilakukannya adalah memberitakan Yesus sebagai Anak Allah. Kisah Para Rasul 19 : 9 “Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.”


3.F. Yesus-lah juga yang harus selalu kita beritakan. Yesus adalah pusat dari segala kehidupan orang percaya. Yesus adalah model kita, teladan kita, mentor kita, dan pemimpin kita. Di manapun kita berada Yesus seharusnya yang menjadi pemberitaan terutama kita, Yesus yang adalah Anak Allah yang bangkit dari mati. Dan pada saat kita mewartakan Yesus, pasti ada kuasa dalam diri Yesus yang akan menyelamatkan. Roma 1 : 16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” Rasul Paulus begitu memusatkan hidupnya pada pemberitaan Yesus sehingga ia berkata di 1 Korintus 2 : 2 “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.”


4. Isi Pemberitaan tentang Yesus

Pada saat kita memberitakan tentang Yesus, ada beberapa hal yang penting untuk kita sampaikan:


4.A. Pemberitaan tentang Yesus mengungkapkan siapa Allah itu sendiri. Bila kita mencoba mengungkapkan jati diri Allah dari seluruh isi Perjanjian Lama saja, maka itu menjadi sia-sia. Saat mewartakan Yesus-lah maka kita sesungguhnya sedang mengungkapkan siapa Allah itu. Dan saat kita mengungkapkan Allah, maka kuasaNya akan turun untuk meneguhkan firmanNya.

4.B. Pemberitaan tentang Yesus memproklamirkan pengampunan dosa. Rasul Paulus memberitakan Yesus di Antiokhia di Kisah Para Rasul 13 : 38-39 “Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. 39 Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.” Pemberitaan tentang Yesus mengumumkan bahwa pengampunan dosa hanya dilakukan oleh Yesus.

4.C. Pemberitaan tentang Yesus memproklamirkan Yesus sebagai Mesias atau Juruselamat. Rasul Paulus memberitakan Yesus di Tesalonika yang tertulis di Kisah Para Rasul 17 : 2-3 “Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. 3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."”

4.D. Pemberitaan tentang Yesus menyaksikan bagaimana Yesus bekerja dalam hidup kita. Kisah Para Rasul 20 : 21 “aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.” Pada waktu itu, meskipun rasul Paulus sedang dipenjara ia tetap setia mengisahkan kesaksian demi kesaksian hidupnya dalam memberitakan tentang Yesus. Hingga saat-saat terakhir dalam hidupnya, rasul Paulus tidak pernah surut dalam bersaksi akan Yesus. Kisah Para Rasul 28 : 30-31 “Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.”

5. Kita Harus Terima Pewahyuan Pribadi tentang Yesus Sebelum Kita Memberitakan Yesus.

Tanpa pewahyuan pribadi terlebih dahulu, maka kita bisa terperangkap pada norma-norma agamawi yang menghalangi kita dalam memberitakan tentang Yesus.


5.A. Pewahyuan pribadi tentang penderitaan Kristus. Ibrani 12 : 2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Kita perlu merenungkan bagaimana Yesus menderita dan dihina demi memikul dosa-dosa kita ini. Mengapa Yesus bersedia melakukan itu bagi kita? Ia melakukannya demi membawa kita kepada Allah tanpa agama, karena agama berisikan tuntutan-tuntutan perbuatan khusus untuk kita diselamatkan. Konsep ini mengubah pandangan dunia tentang agama, karena agama tidak sanggup membawa manusia mendekat dan mengenal Allah.

5.B. Pewahyuan pribadi tentang bagaimana Yesus menghapus dosa kita. Yesaya 59 : 2 “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Selama Perjanjian Lama bangsa Israel memiliki kesulitan untuk datang mendekat dan mengenal Allah secara pribadi, sebab semua korban bakaran yang mereka lakukan tidak dapat menghapus dosa-dosa mereka dengan sempurna. Hanya darah Yesus saja yang dapat meruntuhkan temboh pemisah antar manusia dengan Allah.

5.C. Pewahyuan pribadi tentang Allah tidak bisa didapati melalui agama, tetapi hanya oleh Yesus. Roma 10 : 20 “Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."” Banyak manusia sudah merasa memiliki pendapat mereka sendiri tentang siapa Allah itu melalui berbagai agama. Manusia bahkan bersedia berperang demi agama mereka. Imam-imam bangsa Israel membuat agama dari Taurat Musa, dan memusatkan pengenalan akan Allah hanya sebatas pada upacara-upacara saja. Kitab Hakim-Hakim 2 : 10b berkata “Dan angkatan yang berikutnya tidak mengenal TUHAN, karena mereka tidak mengalami apa yang telah dilakukan TUHAN untuk bangsa Israel.” Pada kesimpulannya, tidak ada agama yang dapat mengungkapkan Allah, hanya Yesus yang dapat mengungkapkan siapa Allah itu.


Penutup

Matius 1 : 23 berkata bahwa Yesus itu adalah Immanuel yang berarti “Allah beserta kita.” Yesus juga berkata kepada Filipus di Yohanes 14 : 9 bahwa siapa yang telah melihat Dia telah melihat Bapa. Dalam sejarah manusia, mereka mencoba mengungkapkan siapa Allah itu dan gagal. Tetapi melalui Yesus kita menemukan bahwa Allah itu baik, penuh kuasa dan kasih karunia seperti apa yang Yesus telah tunjukkan pada diriNya sendiri. Allah lebih menyukai hubunganNya dengan manusia daripada berbagai upacara yang manusia lakukan bagi Dia. Kita perlu terus mewartakan tentang Yesus ini setiap saat. Kisah Para Rasul 1 : 1 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus.” Mari kita meneruskan Kitab Kisah Para Rasul untuk terus mewartakan semua yang dikerjakan dan diajarkan oleh Yesus.


Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Jelaskan kembali mengapa saat mewartakan kebangkitan Kristus itu selalu dipenuhi dengan kuasa, tanda ajaib, dan mujizat?


2. Jelaskan dengan kata-kata anda sendiri, apa bedanya agama dengan Kekristenan sejati?