Program Harvest International Curriculum

Trimester 3

Tim Penanaman Gereja Sesi 2 dari 5


Topik Sesi 2: Gereja Lokal sebagai Pusat Pelatihan Pelayanan.



Bagian 1 : Daftar Ayat Renungan.

1 Petrus 4 : 10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”


Matius 7 : 24-27 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."


2 Timotius 2 : 2 “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”



Bagian 2: Topik Kuliah.

Pendahuluan.

Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya seminari atau sekolah Alkitab karena pusat pelatihan pelayanan yang sebenarnya itu adanya di gereja lokal. Tetapi ini bukan berarti sekolah Alkitab itu tidak penting karena Doktor Jim Feeney sendiri adalah seorang guru Alkitab dan juga lulusan dari sekolah Alkitab, di mana sekolah Alkitab tempat beliau belajar merupakan bagian dari gereja lokal.


1. Pelatihan Pelayanan Harus ada di Gereja Lokal.

1.A. Landasan Alkitab yang menyatakan bahwa pelatihan pelayanan harus ada di gereja lokal.

1.A.1. Kisah Para Rasul 13 : 1 “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” Ayat di atas membuktikan bahwa para nabi dan para pengajar ada di dalam gereja lokal tersebut.

1.A.2. Kisah Para Rasul 19 : 9-10 “Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Apa yang Paulus lakukan di sini setara dengan pengajaran di sekolah Alkitab selama 2 tahun. Pengajaran tersebut ada di dalam gereja lokal di Efesus.

1.A.3. 2 Timotius 2 : 2 “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” Timotius adalah anak rohani dari Paulus, di mana Paulus memperlengkapi Timotius dengan mengajarkan banyak hal tentang Tuhan. Paulus meminta Timotius untuk memimpin gereja di Efesus. Di ayat ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Paulus mengajar Timotius, kemudian Timotius mengajar orang-orang lainnya yang dapat dipercaya, dan orang-orang tersebut mengajarkan orang lain. Di manakah pengajaran ini semua terjadi? Di gereja lokal di Efesus.

1.B. Alasan praktis mengapa pelatihan pelayanan harus ada di gereja lokal.

1.B.1. Dengan melatih orang-orang muda di gereja lokal, maka mereka tidak perlu mencari pelatihan di luar gereja mereka. Gereja lokal bisa kehilangan orang-orang muda yang penuh dengan karunia apabila mengutus mereka keluar untuk dilatih. Oleh karena itu sebaiknya gereja lokal tetap melatih mereka di dalam gereja sehingga karunia mereka tetap bisa dipakai dalam gereja mereka.

1.B.2. Gereja lokal bisa melatih orang-orang muda sekaligus juga menggembalakan mereka. Hanya di dalam gereja lokal mereka bisa mendapatkan supervisi atau penggembalaan dalam pelatihan mereka. Umumnya sekolah Alkitab atau seminari belum tentu mengajar dengan menggembalakan.

1.B.3. Gereja lokal memiliki para pelayan Tuhan yang siap memperlengkapi jemaatnya. Efesus 4 : 11-12 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Dalam gereja biasanya ada gembala, penatua, penginjil, bahkan ada juga pengajar Alkitab. Ada beberapa gereja juga yang di dalamnya memiliki apa yang Alkitab ajarkan sebagai pelayanan lima jawatan, yaitu mereka yang dipanggil sebagai rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar. Setiap dari tugas mereka dalam lima jawatan adalah untuk memperlengkapi para hamba Tuhan bagi pekerjaan pelayanan. Doktor Jim Feeney adalah seorang gembala dan juga pengajar Alkitab, tetapi ia paham bahwa ia tidak mampu memperlengkapi hamba Tuhan sendirian tanpa dibantu oleh orang-orang lain dari ke-lima jawatan tersebut. Beliau sangat terberkati karena dulu ia dilatih dalam gereja yang memiliki lima jawatan. Namun demikian ini bukan berarti setiap gereja harus memiliki kelima jawatan tersebut untuk memulai melatih jemaat. Pelatihan bisa dimulai dengan seberapapun jawatan yang ada di gereja.

1.B.4. Gereja lokal memiliki banyak aktivitas yang bisa dipakai untuk menjadi tempat pelatihan. Para jemaat yang dilatih dalam gereja bisa langsung mempraktekkan pengajaran yang didapat seperti dalam pelayanan pujian penyembahan, khotbah, penginjilan, kunjungan, penggembalaan, dan lain sebagainya.


2. Gereja Bisa Menjadi Pusat Pelatihan Pelayanan.

Dasar-dasar penting supaya gereja bisa menjadi pusat pelatihan pelayanan adalah:

2.A. Pemimpin gereja harus membangun gereja lokal yang kokoh.

2.A.1. Gereja lokal yang kokoh dibangun di atas Yesus Kristus.Matius 16 : 18 berkata “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Para pakar teologi memiliki beberapa pandangan berbeda tentang ayat ini. Tetapi satu hal yang semua setuju adalah bahwa Yesus berkata Ia akan membangun gerejaNya. Rasul Paulus mengatakan bahwa Yesus adalah batu penjuru yang utama. Gereja yang sehat adalah gereja yang dibangun secara kokoh di atas Yesus Kristus.

2.A.2. Gereja lokal yang kokoh dibangun di atas Firman Allah. Matius 7 : 24-27 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." Demikianlah bahwa gereja yang kokoh dibangun di atas setiap kebenaran yang tertulis dalam Firman Tuhan.

2.B. Gereja lokal biasanya sudah memiliki lebih dari satu hamba Tuhan. Berikut adalah beberapa pelayan Tuhan yang biasanya sudah bisa didapati dalam suatu gereja lokal yang membuat gereja tersebut sudah memenuhi syarat untuk menjadi pusat pelatihan pelayanan.

2.B.1. Para pengajar Alkitab. Biasanya para pengajar Alkitab mampu mengajar Firman Tuhan secara menyeluruh dan sistematis. Tetapi sekali lagi, pengajar juga tidak mungkin melakukannya seorang diri. Pengajar juga perlu dibantu oleh para penatua.

2.B.2. Penatua yang menggembalakan sesuai Firman Tuhan. Penatua bertanggung jawab dalam supervisi dan penggembalaan, juga memperhatikan panggilan dan karunia para anak muda yang dilatih. Anak-anak muda harus memiliki kerendahan hati untuk mau dibimbing dan dilatih oleh para penatua dan para Hamba Tuhan.

2.B.3. Para Gembala dan Hamba Tuhan yang menyampaikan Firman Tuhan. Tanggung jawab mereka mengajarkan jemaat akan kebenaran dan tentang pelayanan tubuh. Apakah maksudnya pelayanan tubuh itu? Kita tahu bahwa gereja adalah Tubuh Kristus. Secara jasmaniah, tubuh memiliki banyak anggota tubuh lainnya yang sangat penting dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Roma 12 : 6 “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.”Dan dalam 1 Petrus 4 : 10 berkata “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Setiap kita memiliki karunia yang berbeda-beda sehingga setiap kita membutuhkan satu sama lain. Mungkin ada yang memiliki karunia yang hampir sama, tetapi sebenarnya tidak serupa. Karunia yang unik dan berbeda dari Tubuh Kristus merupakan satu kebenaran yang indah. Gereja yang tidak sehat adalah gereja di mana pemimpinnya melakukan semuanya.

Bagi Doktor Jim Feeney, ia sangat bersuka cita bahwa banyak dari para gembala yang diajar olehnya di sekolah Alkitab sebenarnya bisa berkhotbah lebih baik dari beliau sendiri. Hal itu tidak mengancam beliau karena ia tahu seluruh dunia membutuhkan pengkhotbah-pengkhotbah dan ia tidak bisa melakukan semuanya sendirian.

2.C. Gereja lokal bisa memulai pelatihan ini dengan hal yang kecil dan sederhana. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh gereja dalam mengembangkan pelatihan pelayanan:

2.C.1. Mengadakan malam pendalaman Alkitab setiap minggu. Gereja lokal bisa segera membangun dasar yang kuat bagi para jemaat atau para Hamba Tuhan.

2.C.2. Gereja lokal yang kecil juga bisa memulai sekolah Alkitab.Sekitar tahun 1992, Doktor Jim Feeney membangun sekolah Alkitab di gereja kecil di Alaska. Saat itu hanya ada 200 jemaat di gereja tersebut. Tahun pertama ada 25 orang murid, tahun kedua ada 50 murid, dan tahun ketiga ada 100 murid, dan tahun keempat ada 300 murid. Ini semua dimulai dari satu gereja lokal. Tidak perlu gedung yang besar, cukup dengan 1 ruang kelas, Alkitab, guru, dan murid. Kita bisa melakukan ini di gereja kita seperti halnya yang dilakukan oleh Doktor Jim Feeney di gereja di Alaska yaitu dengan memulai mengajar 4 hari dalam seminggu, di mana ada 5 kelas dalam 1 hari.


3. Metode Lain yang Efektif dalam Mengajar Firman Tuhan.

3.A. Menggunakan materi pengajaran seperti yang digunakan program HIC ini. Apabila di gereja kita tidak ada penginjil, kita bisa dengarkan pengajaran dari para Hamba Tuhan dalam video HIC ini yang memuat pengajaran dari hamba-hamba Tuhan seperti Pastor Reinhard Bonke, Pastor Joyce Meyers, dan lainnya.

3.B. Menggunakan materi audio yang kredibel.

3.C. Mengirimkan para murid ke seminar dan konferensi yang kredibel.

3.D. Megirimkan para murid ke kursus Alkitab.

3.E. Melakukan program magang pelatihan calon gembala. Seperti Yesus memilih dan mengajar 12 muridNya, begitu pula kita sebagai pemimpin atau gembala gereja juga harus melatih murid-murid baru. Ini bisa dilakukan, contohnya apabila gembala sedang melakukan kunjungan kepada orang sakit, maka ia dapat mengajak salah satu murid untuk ikut bersama-sama melayani. Ini adalah program magang pelatihan dalam gereja. Juga apabila ada 6 orang petobat baru yang datang ke gereja dan perlu ditindak-lanjuti, kita bisa memasangkan 6 orang petobat baru ini dengan 6 murid gereja untuk mengalokasikan waktu dengan para petobat baru ini dan mengajarkan Alkitab kepada mereka.


Penutup.

2 Timotius 2 : 2 “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” Apa yang sudah kita pelajari dan dengar dari para pengajar kita, kita juga harus mengajarkan orang lain. Kita harus melipat gandakan jiwa-jiwa untuk Tuhan, kita harus melipat gandakan buah kebenaran Firman Tuhan, dan juga melipat gandakan murid-murid di gereja.



Bagian 3: Diskusi Kelompok.

1. Apakah anda setuju bahwa semua gereja bisa memulai sekolah Alkitab? Jelaskan.


2. Menurut anda, bagaimana caranya anda melakukan Firman Tuhan 2 Timotius 2 : 2?