Program Harvest International Curriculum

Trimester 3

Tim Penanaman Gereja Sesi 1 dari 5


Topik Sesi 1: Gambaran Luas tentang Penanaman Gereja



Bagian 1 : Daftar Ayat Renungan

Amsal 11 : 24 “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan”


Kejadian 1 : 12 “Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.”


Galatia 6 : 7-9 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”



Bagian 2: Topik Kuliah

Pendahuluan

Materi pengajaran ini diajarkan oleh Pastor Jim Feeney yang adalah seorang gembala dan pendiri salah satu gereja di negara bagian Oregon, Amerika Serikat. Beliau sebelumnya aktif dalam pelayanan menanam gereja-gereja di daerah New York, dan sebelumnya lagi ia adalah staf dari salah satu gereja di Alaska. Saat beliau di Alaska inilah ia bekerja dalam membantu dan melatih calon hamba-hamba Tuhan. Berkat pertolongan Tuhan, gereja beliau di Alaska berhasil mengirimkan banyak tim untuk penanaman gereja-gereja baru.

Dalam sesi pengajaran ini kita akan mempelajari prinsip-prinsip bagaimana gereja-gereja didirikan. Kita akan mempelajari metode yang dilakukan untuk penanaman gereja-gereja baru, dan juga membahas cara sebuah gereja lokal dapat menjadi pusat pelatihan bagi calon hamba-hamba Tuhan.


1. Mengapa Menanam Gereja ?

1.A. Alasan-alasan Alkitabiah mengapa kita harus menanam gereja.

1.A.1. Prinsip reproduksi. Kejadian 1 : 12 “Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Ini merupakan prinsip yang sangat penting karena menolong kita untuk mengerti bagaimana proses gereja itu berkembang. Jika kita menanam benih apel maka pohon apel akan tumbuh, jika menanam benih jeruk maka akan tumbuh pohon jeruk. Seekor domba akan memperanakkan domba, dan manusia juga akan memperanakkan manusia. Demikian juga gereja juga pasti harusnya memperanakkan gereja.

1.A.2. Prinsip menabur dan menuai. Amsal 11 : 24 “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” Prinsip ini berbicara tentang menaburkan atau menyebarkan benih yang baik. Prinsip hidup dari Pastor Jim Feeney adalah ia selalu menabur dan menanam di manapun ia berada. Cara melakukannya adalah dengan mempersiapkan tanah yang baik, mempersiapkan benih yang baik, dan memperhatikan petunjuk cara menanam. Biasanya beliau akan menyebar benih lebih dari yang seharusnya. Dari prinsip ini kita belajar bahwa bila kita menabur banyak benih, maka kita pasti akan menuai lebih banyak lagi. 2000 tahun silam orang-orang Kristen membawa Injil dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Hasil dari taburan benih mereka bisa kita rasakan sampai sekarang. Pada jaman ini orang-orang masih bisa dimungkinkan untuk menerima Yesus. Galatia 6 : 7-9 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Ayat ini mengingatkan kita tentang hukum tabur tuai, bahwa bila kita menabur sesuatu yang baik, tentunya hal yang baik pula yang kita akan tuai.

1.A.3. Pemenuhan Amanat Agung. Matius 28 : 19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Perintah ini mengharuskan kita untuk menginjil, mengajar, membaptis, dan menjadikan semua bangsa murid Yesus. Atas penginjilan kita, orang-orang bisa bertobat di mana saja. Tetapi untuk menjadikan mereka murid, kita butuh gereja. Seseorang tidak bisa menjadi murid hanya dengan berdiam diri di rumah. Mereka membutuhkan nasihat dari para panatua dan gembala gereja. Mereka membutuhkan saudara-saudari seiman di gereja untuk sama-sama bertumbuh dan belajar Firman Tuhan. Hal-hal inilah yang dilakukan di dalam gereja. Seorang ahli pertumbuhan gereja bernama Doktor Elmer Towns menganggap penanaman gereja sebagai bagian yang tidak bisa terpisahkan dari Amanat Agung. Doktor Towns berkata metode utama Allah menginjili ialah dengan menanam gereja Perjanjian Baru, yang kemudian dari gereja itu para murid dapat menjangkau ke daerah yang lebih luas lagi.

Kisah Para Rasul 1 : 8 “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh kudus turun keatas kamu, kamu akan menjadi saksi-saksiku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.” Karena murid-murid Yesus mematuhi perintah ini dan pergi menjadi saksi Kristus, maka hingga sekarang kita semua dimungkinkan untuk mengenal Yesus dan menerima Yesus dua ribu tahun kemudian. Amanat Agung sangat berhubungan erat dengan penanaman gereja. Bila kita baca Kitab Kisah Para Rasul, di situ memang tidak secara spesifik memerintahkan para murid untuk menanam gereja. Tetapi para murid diperintahkan oleh Yesus untuk pergi menginjil dengan kuasa dari Roh Kudus. Saat mereka pergi dan menginjil dengan kuasa Roh Kudus maka ke mana mereka pergi maka gereja-gereja baru mulai bermunculan.

1.B. Alasan-alasan praktis mengapa menanam gereja.

1.B.1. Kebutuhan untuk gereja sesungguhnya sangat besar. Contohnya, di Eropa sendiri ada 250.000 kota dan desa yang tidak memiliki pusat penginjilan ataupun gereja. Pastor Jim Feeney bersaksi, ia pernah mengunungi suatu kota bernama Medford di negara bagian Oregon, Amerika, tahun 1989. Awalnya, di sana beliau bertemu dengan seorang gembala gereja lokal, dan gembala itu berkata bahwa kota tersebut memerlukan lebih dari 25 gereja baru. Di negara besar seperti Amerika masih diperlukan jutaan gereja baru untuk memenuhi kebutuhan jemaat Kristus. Demikian juga di tempat di mana kita berada, masih banyak sekali gereja-gereja baru yang harus ditanam untuk memenuhi kebutuhan jemaat Tuhan.

1.B.2. Gereja yang baru dan lebih kecil biasanya lebih efektif dalam penginjilan. Dalam suatu penelitian di Amerika ditemukan bahwa gereja-gereja yang lebih baru dan lebih kecil itu penginjilannya lebih efektif dibandingkan dengan gereja yang lebih tua dan lebih besar.

1.B.3. Masih ada miliaran orang di dunia ini yang belum diselamatkan. Bila kita percaya akan ada satu miliar jiwa yang akan diselamatkan, ini berarti dunia masih membutuhkan paling sedikit satu juta gereja-gereja baru guna untuk menjadi rumah bagi jiwa-jiwa baru tersebut.

1.B.4. Penanaman gereja adalah metode paling efektif dalam penginjilan. Seorang ahli pertumbuhan gereja bernama Doktor Peter Wagner mengatakan bahwa menanam gereja-gereja baru merupakan metodologi penginjilan yang paling efektif dibawah kolong langit ini. Mengupayakan penginjilan dalam satu kelompok itu pasti lebih efektif daripada menginjil secara mandiri. Ada suatu kuasa penginjilan yang besar dari usaha penginjilan sebuah gereja lokal.


2. Metode Umum Penanaman Gereja.
Ada banyak metode yang digunakan untuk menanam gereja baru. Di bawah ini kita akan mengulas hanya 4 metode saja:

2.A. Metode penanaman gereja induk-anak. Dalam metode ini, sebuah gereja mengirimkan beberapa jemaatnya ke daerah lain dalam satu kota untuk menanam gereja baru. Biasanya ini dilakukan sebuah gereja yang sudah berdiri, di mana gereja tersebut melihat kebutuhan adanya gereja baru di bagian lain dari kotanya. Lalu gereja ini mengirimkan sejumlah jemaatnya untuk membangun cabang gereja di tempat tersebut. Metode ini sangat efektif dalam memenangkan jiwa-jiwa dalam satu daerah atau satu kota.

2.B. Metode kelompok pendalaman Alkitab. Metode ini umum dilakukan dan juga sangat efektif di Amerika. Dalam metode ini si penanam gereja pergi ke daerah baru dan memulai pendalaman Alkitab di tempat itu. Ia lalu mengumpulkan sekelompok orang di sana dan mengubah kelompok pendalaman Alkitab yang bertumbuh itu menjadi sebuah gereja.

2.C. Metode pelopor penanaman gereja. Dalam metode ini biasanya sepasang hamba Tuhan yang masih muda pindah ke daerah baru dan mencoba menanam gereja baru di tempat itu. Metode ini cukup efektif dan sering digunakan oleh hamba-hamba Tuhan untuk memulai gereja baru.

2.D. Metode mengutus tim penanam gereja dari gereja Lokal. Metode ini adalah cara yang paling direkomendasikan dan diajarkan oleh Pastor Jim Feeney. Beliau sudah mempraktekkannya dengan membawa dua tim untuk menanam dua gereja yang sukses di Amerika.

2.D.1. Penanaman gereja oleh tim merupakah suatu metode yang telah dibuktikan dan berhasil sebagai metode yang dapat kita contoh. Metode ini melibatkan gereja lokal yang mengutus seorang pendeta perintis. Si pendeta tersebut didampingi dengan sebuah tim yang terdiri dari orang-orang Kristen terlatih dalam karunia mereka, setia, dan yang berkomitmen penuh. Orang-orang ini kita bisa temukan sudah ada di dalam gereja kita. Mereka dipersiapkan dahulu sebelumnya, agar setiap anggota tim ini memiliki hubungan yang baik dengan si pendeta perintis. Lalu tim ini dikirim ke sebuat tempat, mungkin di sebuah kota, atau di negara lain.

2.D.2. Metode tim penaman gereja ini sangat Alkitabiah. Mereka juga bekerja dengan kuasa penuh dari Tuhan. Kita bisa ikuti kisah dari Rasul Petrus yang didampingi oleh beberapa orang saat ia menginjil ke rumah Kornelius di Kaisarea, di mana akhirnya Petrus menanam sebuah gereja di sana (Kisah Para Rasul 10). Kita juga bisa membaca kisah penanaman gereja di Antiokhia di Kisah Para Rasul pasal 11. Mereka yang memulai penanaman gereja di Antiokhia berasal dari berbagai suku bangsa. Mereka adalah orang-orang percaya yang tersebar ke segala penjuru karena penganiayaan yang timbul setelah Stefanus dihukum mati. Di Kisah Para Rasul kita juga banyak mendapatkan bagaimana Rasul Paulus melakukan penanaman gereja dengan metode tim.


3. Kesaksian Pastor Jim Feeney dalam Pelayanan Penanaman Gereja.

Pastor Jim adalah mantan anggota dari angkatan udara Amerika Serikat. Ia menerima Yesus pada tahun 1969. Seusai pengabdiannya selama 4 tahun di angkatan udara ia kembali ke Alaska dan bertunangan dengan calon istrinya. Ia bisa dibilang cukup sukses saat itu, di mana ia dan istrinya menjadi pasangan yang berbahagia, dikaruniai 4 anak yang cinta Tuhan. Suatu hari istrinya membawanya ke gereja Abbott Loop untuk bertemu dengan seorang gembala yang bernama Pastor Dick Benjamin. Pastor Jim kemudian terlibat dalam pelayanan gereja itu.

Gereja Abbott Loop community adalah gereja yang besar dan dipenuhi Roh Kudus. Gereja ini berada di Anchorage, Alaska, didirikan pada tahun 1959 oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Pastor Dick Benjamin. Pada tahun 1967 gereja ini melakukan penanaman gereja pertama kali, di mana mereka mengutus tim perdana yang terdiri dari 22 orang untuk menanam gereja di Peters Creek, Alaska. Tempat ini jaraknya sekitar 41 kilometer dari lokasi gereja utama mereka.

20 tahun kemudian, pada tahun 1987, Gereja Abbott loop sudah mengutus hampir 1000 pria, wanita, dan anak-anak sebagai tim penanaman gereja. Pastor Dick Benjamin tidak pernah ragu-ragu untuk mengirimkan orang-orang terbaiknya. Pastor Dick Benjamin belajar prinsip ini menabur benih yang baik dari Yesus dan menerapkannya. Beliau selalu mencari pria dan wanita yang berkomitmen dan berdedikasi untuk Kristus. Beliau melatih orang-orang ini dan mengasihi mereka. Tetapi beliau juga mengasihi Allah sehingga beliau mengirimkan mereka keluar untuk menanam banyak gereja-gereja diluar.

Beberapa gereja yang ditanam bahkan telah menanam gereja-gereja lainnya. Sekarang sudah ada kurang lebih 69 gereja di Amerika dan di negara-negara lain, yang jika ditelusuri asal muasalnya mereka bermula dari gereja Abbot Loop di Alaska. Ini membuktikan kita tidak perlu menjadi gereja yang besar untuk menanam gereja-gereja baru. Gereja pertama yang di Alaska itu anggotanya hanya 200 jemaat. Tetapi mereka memiliki hati Bapa untuk menanam benih gereja-gereja baru. Pada 4 sesi berikutnya, kita akan bahas bagaimana gereja lokal anda dapat menjadi pusat pelatihan pelayanan dan penanaman gereja.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Perhatikan daerah disekeliling tempat anda berada. Apakah anda setuju dengan pengajar bahwa masih banyak jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan dan masih banyak gereja-gereja yang harus ditanam? Jelaskan.


2. Di atas dijelaskan ada 4 metode penanaman gereja. Metode apa yang paling tepat digunakan di tempat anda berada? Jelaskan.