Program Harvest International Curruculum

Trimester 3

Penginjilan Dengan Kuasa Sesi 4 dari 5


Topik : Besarnya Amanat Agung



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Markus 16 : 15 “Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”


Yosua 1 : 4-5 “Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu. Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau ; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”


Habakuk 2 : 14 “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.”


Yakobus 1 : 17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”


Markus 16 : 20 “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Allah sudah menganugerahkan kita hak istimewa untuk mengabarkan Injil, dan bahkan memberikan cakupan yang luas untuk kita bekerja. Ia sudah memperlengkapi kita dengan kuasa-Nya untuk melaksanakan tugas-tugasNya dalam kapasitas maksimum sebagai orang Kristen. Apakah kita memilih untuk memenuhi panggilan kita? Ataukah kita hanya suka melayani diri sendiri dalam kapasitas yang Allah sudah berikan?


1. Kebesaran dari Amanat Agung.

Markus 16 : 15 “Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’” Pemberitaan Injil ke “seluruh dunia” dan ke “setiap makhluk” adalah tugas yang sangat besar, oleh sebab itulah perintah ini disebut sebagai Amanat Agung. Sebagai perbandingan akan suatu cakupan wilayah, kita bisa baca di Yosua 1 : 4 yang berkata, “Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.” Di sini Allah memberikan gambaran seberapa besarnya tanah perjanjian yang diberikan kepada umat Israel. Ayat di atas yang diucapkan Allah kepada Yosua merupakan pengulangan kembali atas apa yang dikatakan Allah kepada Musa sebelumnya. Ukuran dimensi dari tanah perjanjian yang diberikan Allah adalah: di selatan, dari gunung Sinai sampai ke utara di Lebanon, di barat, dari Mediterania sampai ke sungai Efrat yang sangat besar di Timur. Bila kita hitung wilayah tersebut ke titik terdekat dari sungai Efrat, maka Israel akan memiliki daerah territorial yang kurang lebih 130.000 mil persegi. Kalau diambil titik yang paling jauh dari sungai Efrat maka Israel akan memiliki daerah teritorial kurang lebih 1.000.000 mil persegi. Allah tidak merinci titik mana yang di maksud sebagai perbatasan janji Tuhan dari sungai Efrat tersebut. Di sini kita bisa pahami bahwa janji Tuhan seperti karet yang sangat elastis, di mana setiap janji Allah itu ada minimal dan maksimalnya. Sekarang tergantung dari kita, apakah kita akan menerima janji Tuhan yang minimal atau yang maksimalnya.

1.A. Orang Kristen minimum. Orang Kristen minimum adalah orang-orang yang puas dengan hal-hal yang kecil saja. Bagi mereka satu berkat kecil sudah membuat mereka puas dan bisa bertahan lama. Banyak orang Kristen memiliki perut rohani yang kecil. Mereka bisa makan satu haleluya dan bisa bertahan seminggu. Orang Kristen seperti ini tidak bisa sampai ke titik terjauh dari sungai Efrat. Mereka adalah orang-orang Kristen yang hanya menerima janji Tuhan yang minimum.

1.B. Orang Kristen maksimum. Orang Kristen yang maksimum adalah mereka yang lapar, yang tidak mudah terpuaskan. Mereka benar-benar mendesak janji Allah sampai ke titik maksimum. Mereka rindu menerima semua yang Tuhan janjikan, bukan sebagian saja. Pada titik minimum, seorang gembala beriman kepada Allah agar gerejanya dipenuhi jemaat. Tetapi pada titik maksimum, seorang gembala mempercayai Allah untuk keselamatan seisi kota dan bangsanya. Bahkan titik maksimum ini bisa mempercayai Allah untuk mencurahkan Roh-Nya kepada setiap makhluk. Allah akan bersukacita kalau ada hamba-hamba Tuhan yang rindu menerima janji Tuhan yang maksimum ini.

1.C. Kemuliaan Tuhan akan dinyatakan. Habakuk 2 : 14 “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” Bila kita rindu untuk menginjil kepada seluruh bangsa, maka seperti air laut menutupi dasar laut maka tidak ada suatu negara-pun yang tertinggal dan tetap kering. Berarti pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan akan menjamah seluruh bangsa, komunitas, keluarga, dan setiap individu.

1.D. Bersandar pada janji Allah, dan terus berupaya untuk mengembangkannya. Evangelist Reinhard Bonnke bermimpi pada saat beliau menjadi misionaris di Afrika. Dia melihat benua Afrika dicuci dengan darah penebusan Yesus Kristus. Beliau mendengar suara Roh Kudus yang berkata Afrika akan diselamatkan. Setiap kali beliau memasuki negara di Afrika yang baru, beliau tahu bahwa negara itu sudah dibasuh dengan darah Yesus. Negara-negara Libya Maroko, Mesir dan negara-negara lainnya di Afrika dibasuh oleh darah Yesus Kristus. Kemuliaan Allah akan dinyatakan di Utara, Selatan, Barat, dan Timur sementara kita memberitakan injil Yesus Kristus. Inilah Amanat Agung. Janganlah kita menjadi seperti orang-orang Kristen yang masih berlari-lari di sekitar area kebimbangan kita saja. Kita harus putuskan rantai pikiran kita yang bimbang dan melepaskan kita dari keterkucilan kita. Ini saatnya kita melangkah ke dunia yang sangat luas bagi Tubuh Kristus. Kita harus rindu pergi ke seluruh dunia dan beritakan injil kepada setiap makhluk. Inilah porsi ukuran sepenuhnya yang Allah maksud dalam Amanat Agung.


2. Kekuatan Penuh Allah.

Yakobus 1 : 17“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Ayat Ini sangat mendalam artinya. Setiap pemberian yang baik atau setiap anugerah yang sempurna berbicara mengenai terang dari Allah Bapa. Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Kata-kata bayangan dalam pertukaran ini adalah kata-kata yang lazim digunakan pada jamannya Yakobus. Pada saat itu mereka tidak punya jam seperti sekarang. Mereka bergantung pada jam berdasarkan posisi dan bayangan matahari. Mereka membuat suatu lingkaran di tanah dengan ada satu batang kayu ditengah-tengahnya. Ketika matahari terbit pada pagi hari dan mulai bergereak, maka sinar matahari menyebabkan bayangan dari kayu di tengah lingkaran terus bergerak. Itulah yang dimaksud dengan bayangan karena pertukaran. Saat matahari berdiri tepat di atas kayu, pada saat itulah waktu menunjukkan tepat tengah hari dan tidak ada bayangan pada kayu tersebut. Allah kita tidak terbit pada pagi hari untuk kemudian terbenam pada sore hari. Allah juga tidak mempunyai wajah seperti bulan yang terkadang menunjukkan sisi gelapnya. Allah kita selama-lamanya ada pada posisi tepat siang hari. Dia terus menerus ada pada puncak kuasa-Nya.

2.A. Kita tidak sedang berdiam dibawah suatu bayangan.Sekarang ini kita sedang berada tepat ketika cahaya Tuhan bersinar dengan terang di dalam kuasa-Nya. Yesus selalu ada dalam puncak kuasa-Nya yaitu dalam puncak kasih karunia-Nya dan puncak belas kasihanNya. Yesus mematahkan segala ikatan ketika kita memberitakan injil. Dia pasti mendukung kita saat kita berbicara mengenai Firman Allah. Injil Kristus selalu ada pada puncak kekuasaan-Nya.

2.B. Jangan terpengaruh dengan keadaan. Allah ada di pihak kita, di manapun kita berada. Jangan ijinkan setan berkhotbah kepada kita, mengatakan kita miskin, tidak berpendidikan, atau tidak cakap. Terus beritakan Injil Kristus. Jangan kita berlama-lama menunggu kesempatan, sebaliknya kita harus menciptakan kesempatan itu. Banyak orang memiliki keinginan menjadi pendeta yang pandai berkhotbah. Tapi itu hanya sebatas keinginan saja, karena pada akhirnya mereka mati dalam pengembaraan hidupnya. Yosua tidak hanya ingin, ia memiliki tujuan. Tujuan itu berubah menjadi suatu tanah perjanjian, lalu menjadi rumah, dan akhirnya menjadi kota. Kita telah dianugerahkan ukuran sepenuhnya dari Amanat Agung ini.


3. Berusaha untuk Menggenapi Amanat Agung.

Markus 16 : 20 “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”

3.A. Gerakan yang keluar dari titik pusat. Saat murid-murid Tuhan pergi dan memberitakan Injil, ini merupakan suatu gerakan yang keluar dari titik pusat. Kita harus pergi keluar untuk memberitakan Injil itu. Banyak orang Kristen cenderung berbicara kepada orang Kristen saja. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat kita pergi keluar memberitakan Injil :

3.A.1.Jika kita mencari orang-orang yang sudah selamat saja, maka kita hanya akan menyelenggarakan konfrensi-konferensi. Tetapi jika kita mencari orang terhilang, maka kita akan menyelenggarakan banyak KKR.

3.B.1.Seorang penginjil ternama bernama Charles Spurgeon berkata bahwa benteng orang pengecut itu adalah mimbar. Ini adalah pernyataan ekstrim tentang hamba Tuhan yang tidak menginjil dan lebih suka melayani di mimbar gereja saja.

3.C.1.Kita harus pergi keluar memberitakan Injil di manapun kita berada. Kita harus datang kepada orang berdosa di manapun mereka berada. Kita harus melakukan sesuatu. Janganlah kita seperti orang Kristen yang duduk diam. Jadilah saksi dan beritakan injil baik atau tidak baik waktunya. Yesus pasti akan menyertai kita.

3.D.1.Injil yang kita beritakan bukanlah Injil reformasi atau Injil renovasi. Injil yang kita beritakan adalah Injil yang membebaskan generasi demi generasi.

3.E.1. Janganlah terintimidasi, jangan merasa kita sangat kecil. Jangan juga takut kalau orang-orang akan menolak untuk mentaati Tuhan. Tetaplah pergi dan beritakan Injil itu. Jika tidak diberitakan maka Injil bukanlah lagi Injil yang menyelamatkan lagi. Allah pasti bergerak dengan orang-orang yang mau bergerak.

3.B. Kesaksian Evangelist Reinhard Bonnke. Suatu hari Roh Kudus berbicara dan berkata bahwa Roh Kudus akan pergi menyertai beliau. Lalu beliau pergi dan mulai berkhotbah dalam suatu KKR. Tiba-tiba turun kuasa manifestasi dari kemuliaan Alllah, dan beliau melihat orang melompat-lompat berteriak dengan sekuat tenaga mengatakan ia telah disembuhkan. Beliau terkejut kenapa orang ini disembuhkan padahal beliau tidak sedang mengkhotbahkan kesembuhan. Seringkali Yesus tidak menunggu lagi sampai khotbah kita yang membosankan selesai. Yesus selalu ingin bekerja. Bila Yesus berkata bahwa sebagaimana Bapa bekerja maka Ia juga bekerja, maka demikianlah kita semua juga harus bekerja terus. Yesus datang mengerjakan pekerjaan Bapa-Nya dan kita sekarang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Yesus. Kita bekerja untuk mengabarkan keselamatan dan kebebasan kepada manusia yang masih terikat karena Yesus telah datang untuk membebaskan mereka. Demikianlah Injil perlu disampaikan dan harus diberitakan.

3.C. Laskar perang Allah sedang bergerak. Ketika kereta kuda peperangan Allah sedang bergerak, yang dapat kita lakukan hanya 2 hal, yakni kita dapat menyingkir dari jalanNya atau kita dapat ikut naik denganNya. Dan kalau kita naik, maka kita tidak akan pernah berjalan kaki lagi. Sekarang ini kita sedang diundang untuk naik. Bukan dengan kekuatan atau kekuasaan sendiri, tetapi oleh Roh-Nya. Itulah keyakinan kita di dalam Yesus Kristus, dan keyakinan kita kepada Injil yang adalah kuasa Allah. Mari kita pergi keluar dalam nama Yesus dan memenangkan generasi demi generasi kita bagi Kristus.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Diskusikan Yosua 1 : 4, mengapa Allah tidak spesifik dengan janjiNya pada Yosua berkenaan dengan bagian mana dari sungai Efrat yang akan dijadikan perbatasan dari Tanah Perjanjian?


2. Bagaimana anda menerapkan Yosua 1 : 4 ini untuk menolong anda memenuhi Amanat Agung?