Program Harvest International Curruculum

Trimester 3

Penginjilan Dengan Kuasa Sesi 2 dari 5


Topik Sesi 2: Bagaimana Kita Bisa Siap Sedia untuk Kuasa Roh Kudus.



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan.

Lukas 17 : 5-6 “Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: ‘Tambahkanlah iman kami!’ Jawab Tuhan: ‘Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.’”


Roma 12 : 6 “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.”


Yohanes 1 : 16 “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;”



Bagian 2: Topik Kuliah

Pendahuluan.

Evangelist Reinhard Bonnke mempunyai kerinduan untuk menyaksikan generasi kita dimenangkan bagi Yesus Kristus. Tuhan berkata bahwa pada hari-hari terakhir, Ia akan mencurahkan Roh-Nya kepada semua manusia. Kita semua adalah bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan dunia ini dari kebinasaan. Kita telah menyaksikan bagaimana kuasa setan telah dihancurkan dan kita percaya Injil Yesus Kristus adalah kuasa keselamatan Allah. Tuhan mau memakai kita semua untuk menjadi alat penginjilan dengan kuasa dalam nama Tuhan Yesus Kristus.


1. Iman Orang Percaya.

1.A. Iman adalah anugerah dari Tuhan. Lukas 17 : 5-6 “Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Dalam ayat ini, para murid memohon kepada Yesus agar menambahkan iman mereka, tetapi Yesus hanya menjawab dengan perumpamaan biji sesawi. Yesus sedang menjelaskan bahwa bila iman itu telah dianugerahkan ada maka tidak ada yang mustahil.

1.B. Anugerah iman diberikan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.Roma 12 : 6 berkata “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.” Tuhan akan anugerahkan porsi iman sesuai dengan apa yang diperlukan, dan kita bisa meminta kepada Tuhan porsi iman tersebut.

1.C. Memindahkan gunung ketidak-percayaan. Dalam Matius 17:20 dikatakan “Ia berkata kepada mereka: ‘Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Maksud Tuhan Yesus dalam ayat ini adalah kita harus memindahkan gunung ketidak-percayaan yang dibangun oleh setan.

Diskusi Kelompok Bagian 1:

Bagaimana kita persiapkan diri untuk bisa menerima anugerah iman untuk penginjilan?


2. Percaya dengan Hati.

2.A. Iman pada jaman modern bisa diilustrasikan seperti sebuah sekering listrik. Kuasa Allah itu seperti sumber listrik dengan voltase yang kuat yang mengalir di dalam hidup kita. Iman kita adalah seperti sebuah sekering yang menghubungkan sumber listrik Allah tersebut agar bisa mengalir melalui kita. Bila ketaatan kita akan Firman Tuhan itu tinggi, maka sekering tersebut berkualitas baik sehingga aliran listrik tidak terhambat. Oleh karena itu, iman kita harus dimurnikan dengan lebih lagi belajar taat akan Firman.

2.B. Otak kita adalah sumber kebimbangan kita, sedangkan hati adalah tempat iman berada. Roma 10 : 9-10 dikatakan “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Ayat ini menekankan hubungan yang erat antara hati dengan iman saat kita percaya.

Diskusi Kelompok Bagian 2:

Mengapa otak kita adalah bisa menjadi sumber kebimbangan?


3. Iman Kita Bukanlah Sumber dari Kuasa.

3.A. Karena iman kita diibaratkan hanya sebagai sebuah sekering, kita harus pahami Firman Tuhanlah sumber listriknya. Kita sendiri tidak menghasilkan kuasa, karena kita hanyalah sebuah saluran. Kita menerima kuasa tersebut hanya melalui Yesus. Yohanes 1 : 16 berkata "Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia." Kuasa yang kita terima tersebut berasal dari kematian Yesus di Kalvari dan dari Kebangkitan-Nya. Kita perlu tersambung terus menerus dengan kuasa Yesus itu.

3.B. Yesus berdiri di tengah-tengah jurang pemisah.Yehezkiel 22 : 30 berkata “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.” Yehezkiel menuliskan ayat ini sebagai nubuatan pada karya Yesus yang telah menjembatani jurang pemisah antara Bapa dan kita sebagai manusia berdosa.

Diskusi Kelompok Bagian 3:

Bagaimana caranya supaya kita bisa terus menerus terhubung dengan sumber listrik kuasa Tuhan?


4. Kita hanyalah Hamba Tuhan yang Siap Melayani.

4.A. Kita adalah hamba dari Tuhan. Saat ini Allah masih mencari hamba-hambaNya yang akan dipakai sebagai perantara agar kuasa Allah mengalir. Hamba-hambaNya ini dipanggil untuk terlibat dalam rencana dan tujuan Allah. Allah pasti yang akan menganugerahkan karuniaNya saat kita bersedia untuk melayniNya.

4.B. Allah telah memilih kita. Apakah kita siap untuk diutus dan dipakai Tuhan? Seperti dikatakan Yesaya dalam Yesaya 6 : 8 “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’ Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!’. Yesaya tidak menerima panggilan langsung dari Allah. Yesaya mendengar percakapan di surga yang menanyakan siapakah yang akan Allah. Dan hati Yesaya terjamah oleh Allah dan Yesaya berkata bahwa ia siap untuk diutus, siap untuk dipakai Tuhan.

Penutup

Tuhan mencari pria atau wanita di manapun mereka berada, untuk menjadi sekering yang bekerja buat Tuhan. Kuasa-Nya tetap, tidak daru berubah dulu, sekarang, dan selamanya. Orang-orang yang mau mengalirkan kuasa-Nya akan menerima anugerah demi anugerah, kasih karunia demi kasih karunia. Murnikanlah terus iman kita. Penginjilan yang kita lakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan buah yang penuh.

Diskusi Kelompok Bagian 4:

Menurut anda, apakah panggilan anda dalam Kerajaan Allah? Jelaskan