Program Harvest Internasional Curriculum

Trimester 3

Dasar Pelatihan Gereja Sesi 1 dari 3


Topik : Dasar Pelatihan Gereja



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Yohanes 3 : 1-2 “Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”


Matius 28 : 16-20 “Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah, mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.”


Kisah Para Rasul 1 : 6-8 “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”


Kisah Para Rasul 13 : 1-3 “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa,berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. " Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.”


Informasi dari pengajar kuliah ini:

Kuliah Dasar Pelatihan Gereja diajarkan oleh Doktor Stan Dekoven. Beliau adalah pendiri dari Vision International Training and Education Network dan juga Vision International University. Ia memiliki latar belakang pendidikan psikologi dengan titel Ph.D. Lalu ia meneruskan pendidikannya ke bidang Teologi dan Studi Pastoral. Ia adalah seorang pengajar, pembicara, dan penulis lebih dari 50 buku tentang kepemimpinan, konseling, dan teologi praktis. Ia adalah seorang ahli konseling pastoral, khususnya untuk pernikahan dan keluarga. Ia menguasai ilmu kepemimpinan anak-anak muda, dan banyak berkhotbah tentang pertumbuhan gereja.



Bagian 2: Topik Kuliah

Pendahuluan

Ketika Yesus memulai pelayananNya, Ia memulainya sebagai seorang “guru yang diutus Allah.” Injil Yohanes 3 : 1-2 berkata “Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya. "

Yesus datang untuk menjadi juruselamat kita. Ia mengaruniakan keselamatan bagi kita melalui kematianNya diatas kayu salib dan kemudian bangkit lagi. Tetapi fokus utama dari pelayanan Yesus adalah membangkitkan kepemimpinan bagi generasi berikutnya. Yesus mencurahkan hidupNya kepada murid-muridNya, memperlihatkan suatu pelayanan yang vital yang masih berlaku pada jaman ini. Nikodemus dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah seorang guru. Ini berarti jika kita mau pelayanan kita efektif maka kita juga harus belajar menjadi pengajar-pengajar yang efektif juga. Tetapi pengajar yang efektif adalah mereka yang mengajar dengan cara teratur dan sistematis. Di dalam Perjanjian Lama pengajaran itu dipimpin oleh Roh, dan para nabi-nabi yang masih muda mengikuti nabi-nabi yang lebih senior, dan belajar dari para senior bagaimana cara untuk melayani. Penulis-penulis Firman Allah juga belajar bagaimana cara menulis dari penulis-penulis lain yang sudah lebih pengalaman. Demikian imam yang masih muda belajar kepada imam yang lebih senior bagaimana menjalankan tata cara pelayanan. Hal ini masih tetap berlaku di masa kini.


1. Amanat Agung.

Amanat Agung adalah penugasan yang berlaku bagi semua orang percaya. Matius 28 : 16-20 “Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah, mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman. "

1.A. Perintah untuk memuridkan. Firman Allah di atas dikenal sebagai Amanat Agung. Yesus menugaskan kepada para muridNya “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-KU.” Kalimat ini adalah kalimat perintah, di mana kata yang digunakan untuk “menjadikan murid” adalah kata kerja bahasa Yunani “matheteusate” dari kata dasar “matheteuo.” Dalam penggunaannya di struktur kalimat, kata ini merupakan kata kerja aktif dalam bahasa Yunani yang bersifat terus menerus dan ditujukan kepada orang kedua jamak. Berarti perintah ini masih berlaku hingga sekarang kepada seluruh pendengarnya. Oleh sebab itu setelah para murid Yesus dibaptis oleh Roh Kudus dan mulai dianugerahkan karunia bahasa Roh, maka mereka mulai berproses untuk menjadi rasul-rasul yang mengajarkan perintah-perintah Yesus. Yesus menugaskan mereka untuk pergi kepada semua bangsa. Sayangnya banyak murid-murid Tuhan masih kurang mengerti panggilan utama mereka dalam Amanat Agung.

1.B. Fokus dalam pelayanan. Setelah Amanat Agung ini diberikan, kita bisa mencermati adanya suatu perubahan gaya hidup pada para murid Yesus. Mereka mulai mendedikasikan diri secara penuh kepada Tuhan demi menjadikan setiap bangsa murid-murid Yesus. Di sini Yesus memerintahkan kepada mereka “ajarlah segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Demikianlah para murid ditugaskan untuk membangkitkan dan mengajarkan semua orang, yakni para pria dan wanita agar mereka efektif dalam setiap panggilan pelayanan mereka.


2. Perintah Menyebarkan Injil ke Seluruh Dunia.

2.A. Amanat Tuhan Yesus. Kisah para Rasul Rasul 1 : 6-8 berkata, “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Firman di atas adalah suatu mandat yang Tuhan Yesus berikan kepada murid-murid-Nya. Kerajaan Surga bukan hanya diwartakan ke Yerusalem, Yudea, dan Samaria. Tetapi Kerajaan Surga juga harus diwartakan kepada seluruh tempat di bumi ini.

2.B. Pencurahan kuasa Roh Kudus. Kisah para Rasul 2 : 1-4 berkata, Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Pada hari Pentakosta para murid menerima kuasa dari Yesus. Mereka menerima kepenuhan dari Roh Kudus. Semua murid-murid yang telah dilatih oleh Yesus sendiri pada saat itu memuliakan Tuhan dengan bahasa-bahasa yang baru. Dan di tengah-tengah semuanya, Rasul Petrus berdiri mengkhotbahkan suatu pesan yang sederhana dan hasilnya dia memimpin 3000 orang kepada Kristus. Ini adalah awal kelahiran dari gereja. Para murid dan teman-teman dekatnya yang sebelumnya berjumlah 120 pada hari itu ditambahkan jumlahnya menjadi 3120 orang.


3. Pertumbuhan Gereja dan Masalah Dalam Gereja.

3.A. Pengangkatan 7 diaken. Kisah Para Rasul 6 : 1-7 mengisahkan bahwa dengan bertambahnya jumlah murid, maka timbul masalah baru dalam gereja mengenai pembagian makanan. Kemudian para para rasul meresponinya dengan mengangkat 7 orang yang baik menjadi para diaken. Salah satu diaken itu bernama Stefanus.

3.B. Kesaksian dan kematian Stefanus, seorang yang telah dilatih para rasul. Stefanus adalah seorang yang masih muda yang dipenuhi Roh Kudus, dan dia telah dilatih oleh para rasul. Setiap hari dia menerima pengajaran Petrus dan rasul-rasul yang lain, karena setiap malam mereka berkumpul dari rumah ke rumah mengadakan perjamuan kudus dan bersekutu. Stefanus memiliki perkataan yang penuh kuasa didalam Roh Kudus. Satu hari saat ia sedang berkhotbah ia ditangkap oleh pemimpin-pemimpin rohani Yahudi. Ia dituduh, dipenjarakan, dan akhirnya ia mati sebagai martir bagi gereja Kristus.

3.C. Penganiayaan gereja. Kisah Para Rasul 8 : 1-2 berkata, “Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat.” Setelah kematian Stefanus, dimulailah penganiayaan yang hebat bagi jemaat di Yerusalem. Orang percaya dikerjar dan dimasukkan ke penjara, sehingga mereka pergi dan menyebar keseluruh daerah Yudea dan Samaria. Kisis besar yang menghantam gereja ini mengakibatkan gereja di Yerusalem harus mulai bergerak secara sembunyi-sembunyi. Tetapi Tuhan mengijinkan orang-orang percaya menjadi tersebar ke banyak tempat, yaitu ke kota-kota lain


4. Terjadinya Perubahan Pelayanan.

4.A. Pewartaan Injil di Antiokhia oleh orang-orang percaya. Dengan terjadinya penganiayaan hebat, maka ada perubahan terjadi di mana pelayanan orang-orang tersebar kemana-mana. Salah satu kota yang mereka datangi adalah kota Antiokhia (Kisah Para Rasul 11 : 19 -24). Di Antiokhia sebagian besar orang-orang percaya bersaksi kepada orang Yahudi. Tetapi ada juga beberapa yang mulai melayani orang-orang diluar budaya Yahudi. Banyak orang diselamatkan melalui kesaksian-kesaksian mereka. Orang-orang ini yang mewartakan Injil adalah orang-orang yang sebelumnya telah dilatih oleh para rasul-rasul, dan mereka juga bisa berbahasa Yunani. Saat mereka mulai mewartakan Firman Allah maka Allah menganugerahkan rahmatNya sehingga terjadilah kebangunan rohani di Antiokhia. Kabar tentang ini lalu tersebar sampai ke Yerusalem.

4.B. Barnabas, seorang murid dari para rasul, diutus ke Antiokhia. Barnabas, seorang yang dipercaya di gereja Yerusalem lalu diutus ke Antiokhia. Dia seorang yang bersemangat, penuh dengan Roh Kudus, dan hikmat. Selama satu tahun penuh Barnabas mulai mengajar kepada orang-orang percaya di Antiokhia ini dengan memberikan landasan iman yang kuat bagi mereka. Apa yang diajarkannya adalah hal-hal yang sama yang telah dia pelajari dari para rasul di Yerusalem. Ia mengajar dasar-dasar dari iman, mengenai hukum Taurat, tentang para nabi, dan bagaimana Allah mulai bekerja dengan orang-orang pilihanNya. Dia juga mengajarkan tentang kehidupan Kristus, yaitu semua yang Yesus telah lakukan dan katakan. Barnabas mengajar dengan urapan yang besar, sebab inilah adalah panggilannya.

4.C. Saulus belajar dari Barnabas di Antiokhia. Pekerjaan Allah terus bertumbuh di Antiokhia dan pelayanan ini menjadi terlalu besar bagi Barnabas untuk melayani seorang diri. Barnabas lalu bertemu dengan Saulus dan membawa Saulus ke Antiokhia untuk pelayanan antar budaya itu. Kisah Para Rasul 11 : 25 “Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.” Barnabas sekarang melayani di Antiokhia bersama Saulus di mana Saulus harus belajar banyak dari Barnabas tentang kehidupan gereja. Di sini Saulus juga belajar bagaimana caranya membangun sebuah gereja lokal. Pengajaran mereka di Antiokhia begitu efektif sehingga orang percaya di situ mulai disebut sebagai orang yang menyerupai Kristus, atau Kristus- Kristus kecil, atau apa yang sekarang seluruh dunia mengenalnya sebagai “Kristen.”


5. Pemimpin Dibangkitkan dari Dalam Gereja.

Kisah Para Rasul 13 : 1-3 “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. " Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi” Firman Tuhan katakan ada beberapa nabi dan pengajar-pengajar digereja itu. Mereka berasal dari gereja lokal yang bertumbuh melalui pengajaran di bawah pengawasan Barnabas dan Saulus. Mereka menjadi dewasa rohani dan akhirnya bisa melayani pada kapasitas mereka masing-masing di gereja. Pertumbuhan ini terjadi di dalam laboratorium pilihan Allah, yaitu di gereja lokal. Di gereja Antiokhia telah dibangkitkan para pemimpin-pemimpin penerus sehingga Roh Kudus dapat menugaskan Saulus dan Barnabas untuk pergi dalam penugasan baru.

5.A. Paulus mulai mengajar dan memuridkan di Efesus. Saat Paulus pergi ke kota Efesus, Alkitab mengindikasikan dia mulai mengajar di sinagoge, tempat di mana orang Yahudi biasa berkumpul. Saat itu hanya ada 12 orang yang berkumpul bersama-sama dengan Paulus. Kisah Rasul 19 : 8-10 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.”

5.B. Ruang lingkup pelayanan Paulus di Efesus. Di Efesus Paulus mengajar murid-muridnya selama 2 tahun. Paulus mengajarkan semua yang Yesus telah berikan kepadanya melalui pewahyuan secara langsung. Paulus juga mengajar secara sistimatis. Ia mengajar ayat-ayat Perjanjian Lama dan juga mengajar tentang Kristus. Ia mengajarkan mujizat-mujizat besar dan baptisan Roh Kudus, hingga karunia-karunia Roh Kudus. Dan dari surat-surat yang Paulus kirimkan kepada gereja di Efesus kita mendapatkan bahwa Paulus mengajarkan teologia dan hal-hal praktis tentang kehidupan Kristiani.

5.C. Pengajaran dan pelatihan melengkapi setiap orang percaya. Rasul Paulus mengerti bahwa tidak cukup untuk seseorang hanya diselamatkan dan kemudian dibaptis dengan Roh Kudus. Setiap orang yang percaya perlu diperlengkapi lebih lanjut dengan diajarkan hal-hal mengenai Kristus, yaitu hal apa saja yang Firman katakan dan implikasinya bagi kehidupan mereka. Ini terlebih penting lagi bagi mereka yang dipanggil sebagai pemimpin-pemimpin gereja. Seorang pemimpin harus menyadari bahwa tangan Allah ada dalam hidupnya. Mereka perlu dilatih berbagai pengetahuan tentang Allah agar mereka bisa menggenapi tujuan hidupnya. Tempat mereka dilatih adalah di laboratorium-nya Tuhan, yaitu di dalam gereja lokal.

5.D. Hasil metode pengembangan gereja yang Paulus lakukan. Kisah Para Rasul 19 : 10-11 berkata, “Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa.” Hasil pelayanan Paulus berujung pada adanya gerakan Tuhan. Metode Allah yang Paulus gunakan adalah untuk melatih umatNya di gereja lokal dengan kuasa Roh Kudus. Alkitab mengajar bahwa kehendak Allah adalah agar murid-muridNya menyebarkan injil Kerajaan Allah ke seluruh dunia. Dan Allah telah merancang agar gereja lokal menjadi pusat pelatihan pengabaran Injil tersebut.



Bagian 3: Diskusi kelompok

1. Diskusikan mandat pelayanan yang diberikan kepada gereja oleh Tuhan, dan bagaimana mandat ini dilaksanakan dengan efektif di gereja pada jaman ini?


2. Dalam mendidik murid-murid yang efektif dalam Kerajaan Allah, diskusikan hal penting apa saja yang harus dimasukkan dalam kurikulum pengajarannya?